Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 07 February 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Seorang ahli komputer yang mengaku sebagai penemu Bitcoin sedang diadili di Inggris. Orang dalam industri Bitcoin menuduhnya hanya memalsukan pengakuan dan dokumen untuk membuktikan bahwa dialah pencipta mata uang kripto tersebut. Seorang warga negara Australia bernama Craig Wright mengaku sebagai "Satoshi Nakamoto", penulis buku putih tahun 2008 yang menjadi dasar kriptografi.
Klaim Wright tidak diterima oleh sekelompok pemangku kepentingan industri Bitcoin, Crypto Open Patent Alliance (COPA). COPA mengajukan gugatan untuk memastikan bahwa teknologi Bitcoin tetap open source dan untuk memblokir serangkaian tuntutan hukum Wright terhadap pengembang perangkat lunak Bitcoin.
COPA meminta Pengadilan Tinggi di London untuk memutuskan bahwa Wright bukanlah Satoshi. Kelompok tersebut mengatakan Wright berulang kali memalsukan dokumen yang membuktikan bahwa dia adalah pencipta Bitcoin. Lebih jauh lagi, cerita Wright seharusnya berubah setiap kali ada celah dalam cerita tersebut.
Mr Wright membantah mengandalkan catatan palsu untuk membuktikan bahwa dia adalah Satoshi. Menurut dia, penerbitan dokumen palsu tersebut merupakan ulah pengacaranya. Pembuktian dalam persidangan terhadap Wright, 54, diperkirakan akan berlangsung enam hari. Reuters melaporkan persidangan tersebut.
Selama persidangan, pengacara COPA Jonathan Huff bertanya kepada Wright, "Apakah Anda pernah memalsukan dokumen apa pun untuk mendukung klaim Anda bahwa Anda adalah Satoshi Nakamoto?" Wright menjawab dengan datar, "Tidak." “Apakah dia dengan sengaja menyerahkan dokumen palsu untuk mendukung klaimnya bahwa dia adalah Satoshi Nakamoto?” kata Hough. Tuan Wright kembali menjawab, "Tidak sama sekali."
Tuan Hough menunjukkan banyak bukti dokumen palsu yang dia klaim berasal dari Wright, termasuk makalah akademis dan catatan tulisan tangan. Wright berulang kali menyatakan bahwa dokumen-dokumen inilah yang menjadi alasan keputusannya menggunakan nama Satoshi Nakamoto.
COPA mengatakan dokumen yang digunakan oleh Wright menyertakan stempel waktu palsu untuk membuatnya tampak seolah-olah kertas putih Bitcoin dibuat sebelum dirilis ke publik. Lampunya tidak bergerak. “Palsulah dokumennya dan kamu akan mendapatkan hasil yang sempurna.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.