Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 01 March 2025 Waktu baca 5 menit
Analis kripto terkemuka dari Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, tetap optimis terhadap Bitcoin meskipun pasar mengalami penurunan yang mendorong mata uang kripto ini ke level terendah dalam tiga bulan terakhir. Kendrick masih mempertahankan prediksinya bahwa Bitcoin bisa mencapai $500.000 sebelum akhir masa kepresidenan Donald Trump.
Dalam wawancaranya dengan CNBC, Kendrick memperkirakan bahwa Bitcoin akan mencapai $200.000 tahun ini sebelum melanjutkan tren kenaikan dalam beberapa tahun ke depan. Ia yakin bahwa meningkatnya adopsi institusional serta kejelasan regulasi di Amerika Serikat akan membantu menstabilkan pasar dan mengurangi volatilitas dalam jangka panjang.
"Di dalam ekosistem kripto, yang kita butuhkan adalah pemain keuangan tradisional seperti Standard Chartered, BlackRock, dan institusi lain yang kini memiliki ETF untuk benar-benar masuk ke pasar," kata Kendrick dalam program Squawk Box Europe CNBC, Kamis (27/2/2025).
Kendrick menambahkan bahwa dengan semakin banyaknya institusi keuangan yang terlibat, industri kripto akan menjadi lebih stabil dan aman. Ia menyoroti bahwa semakin sedikitnya berita negatif akan membantu meningkatkan kepercayaan pasar, mengacu pada kasus peretasan platform kripto Bybit senilai $1,5 miliar pekan lalu.
Terlepas dari tren penurunan terbaru, Kendrick tetap yakin bahwa kripto akan mengalami perbaikan di akhir tahun ini, terutama dengan terbentuknya regulasi terkait stablecoin dan anti pencucian uang di AS.
"Regulasi ini akan semakin melegitimasi pasar kripto, sehingga lebih banyak bank dan institusi besar di AS akan semakin aktif berpartisipasi," jelasnya.
Bitcoin sempat turun ke bawah $90.000 awal pekan ini dan diperdagangkan di sekitar $86.000 pada Kamis, mengalami penurunan sekitar 20% dari rekor tertingginya di $108.786 pada Januari lalu.
Kendrick mengaitkan pelemahan aset digital dengan meningkatnya ketidakpastian geopolitik, kebijakan tarif, serta berkurangnya minat terhadap aset berisiko di pasar ekuitas.
"Aset berisiko tidak menyukai ketidakpastian, dan itulah yang terjadi saat ini. Kita melihat saham teknologi di AS juga melemah," ungkap Kendrick, menambahkan bahwa peretasan Bybit semakin memperburuk sentimen pasar.
Namun, ia optimistis bahwa kondisi pasar akan membaik seiring dengan semakin kuatnya regulasi dan meningkatnya partisipasi institusi dalam ekosistem kripto.
Sumber: investing.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.