Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Crypto News - Diposting pada 30 March 2026 Waktu baca 5 menit
Bitcoin sebagai aset kripto terbesar di dunia menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan aset lindung nilai tradisional seperti emas dan perak di tengah konflik Iran. Laporan terbaru dari JPMorgan mencatat adanya peningkatan arus masuk dana serta aktivitas pasar pada Bitcoin selama periode tersebut.
Mengacu pada laporan The Block yang dipimpin oleh Managing Director JPMorgan, Nikolaos Panigirtzoglou, emas mengalami tekanan yang cukup besar sepanjang Maret. Harga emas tercatat turun sekitar 15% secara month-to-date, yang dipicu oleh kenaikan suku bunga serta penguatan dolar AS sehingga posisi investor sebelumnya menjadi terlalu padat.
Sebelumnya, emas dan perak sempat mencetak rekor harga tertinggi pada awal tahun, dengan emas mendekati US$5.500 per ons dan perak sekitar US$120. Namun, lonjakan harga tersebut justru membuat keduanya rentan terhadap aksi ambil untung dan likuidasi saat kondisi pasar berubah.
Dalam tiga minggu pertama bulan Maret, ETF emas mencatat arus keluar dana hampir US$11 miliar atau sekitar Rp186 triliun. Di sisi lain, arus dana pada ETF perak berbalik arah dan menghapus seluruh inflow sejak musim panas tahun sebelumnya. Sebaliknya, Bitcoin justru mencatat net inflow dalam periode yang sama, yang menunjukkan kekuatan relatif dibandingkan aset lindung nilai konvensional.
Lonjakan aktivitas kripto di Iran turut memperkuat narasi Bitcoin sebagai aset safe haven. JPMorgan juga mencatat adanya peningkatan penggunaan kripto di Iran sejak konflik dimulai. Berdasarkan data Chainalysis, masyarakat mulai memindahkan dana dari exchange lokal ke wallet self-custody serta platform internasional.
Sifat Bitcoin yang tidak mengenal batas wilayah, dapat disimpan secara mandiri melalui wallet, serta dapat diperdagangkan selama 24 jam menjadikannya alternatif untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakstabilan ekonomi, tekanan terhadap mata uang, dan pembatasan arus modal.
Fenomena tersebut semakin menguatkan posisi Bitcoin sebagai alternatif aset lindung nilai, khususnya di negara-negara yang menghadapi tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.
Dari sisi investor institusional, terlihat adanya perubahan strategi. Data posisi futures di CME menunjukkan bahwa sebelumnya investor meningkatkan eksposur terhadap emas dan perak hingga akhir 2025 dan awal 2026. Namun sejak Januari, posisi tersebut mulai berkurang secara signifikan, yang mencerminkan aksi ambil untung.
Sebaliknya, posisi futures Bitcoin relatif stabil dalam beberapa minggu terakhir, yang menunjukkan kepercayaan pasar yang tetap terjaga.
Para trader berbasis momentum juga memperkuat tren ini. Emas dan perak bergerak dari kondisi overbought ke bawah level netral, yang mengindikasikan adanya likuidasi paksa. Sementara itu, momentum Bitcoin mulai pulih dari kondisi oversold menuju netral, yang mencerminkan perbaikan sentimen pasar.
Dari sisi likuiditas, dinamika pasar juga mengalami perubahan. Secara historis, emas memiliki tingkat likuiditas yang lebih tinggi dibandingkan perak dan Bitcoin, yang diukur melalui rasio Hui-Heubel.
Namun saat ini kondisi tersebut mulai berubah. Likuiditas emas mengalami penurunan, bahkan berada di bawah Bitcoin dalam hal market breadth. Sementara itu, likuiditas perak mengalami penurunan yang lebih tajam, yang turut memperbesar volatilitas harga.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa Bitcoin semakin dipandang sebagai alternatif aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global, terutama ketika terjadi tekanan ekonomi dan konflik geopolitik.
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.