Saham News
IHSG Masih Merah, Tapi Saham Ini Justru Menarik Diburu-Peluang di Tengah Tekanan
/index.php
Crypto News - Diposting pada 03 May 2024 Waktu baca 5 menit
DIGIVESTASI - Siapa sangka negara kecil dengan jumlah penduduk banyak bisa menjadi negara terkaya di dunia? Ini adalah El Salvador di Amerika Tengah. Pasalnya, kepemilikan saham pada mata uang virtual Bitcoin sangat besar. Menurut Crypto News, pada September 2021, El Salvador menjadi negara pertama di dunia yang secara resmi menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah.
Setelah itu, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan bahwa pemerintah akan mulai membeli 1 BTC per hari mulai 16 November 2022. Tampaknya keputusan kontroversial tersebut tidak sia-sia. Itu karena kepemilikan Bitcoin pemerintah Salvador saat ini berjumlah lebih dari 2.000 BTC dan bernilai lebih dari $150 juta.
El Salvador memiliki Bitcoin dalam jumlah besar, tetapi Presiden Bukele menekankan bahwa pemerintah tidak memiliki rencana untuk menjual Bitcoin apa pun yang dimilikinya. Faktanya, El Salvador bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan jika harga BTC terus naik.
Para ahli mengatakan langkah ini dapat menjadikan El Salvador salah satu negara terkaya di dunia. Tim Draper, pemodal ventura yang berbasis di Silicon Valley, mengatakan El Salvador menjadi negara inovatif dan akan menjadi salah satu tempat paling menarik untuk ditinggali.
Faktanya, El Salvador bisa membayar kembali pinjamannya kepada Dana Moneter Internasional (IMF) jika harga Bitcoin mencapai $100,000, katanya.
Pendiri dan CEO CrossFi Alexander Mamashidikov mengungkapkan sentimen serupa, dengan mengatakan dia optimis El Salvador dapat menjadi negara mandiri secara ekonomi dan sepenuhnya fokus pada masalah dalam negeri.
Keputusan Presiden Boucle untuk fokus untuk tidak menjual kepemilikan Bitcoin milik pemerintah telah memberikan kepercayaan kepada sebagian kecil penduduk El Salvador yang sudah menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Seperti diketahui, El Salvador meninggalkan dolar sebagai mata uang cadangannya pada tahun 2021. Mamashidikov meyakini penggunaan BTC akan meningkatkan kesejahteraan negara di masa depan.
Salah satu alasan mengapa pemerintah El Salvador memutuskan untuk menunda penjualan mata uang kripto meskipun mengalami kesulitan ekonomi adalah karena pemerintah tidak ingin merusak kepercayaan terhadap inisiatif Bitcoin di negara tersebut.
Karena meskipun banyak orang Salvador yang menggunakan Bitcoin, pemahaman dasar tentang konsep tersebut masih terbatas. Pemerintah akan membatasi penjualan Bitcoin guna meningkatkan pemahaman tentang Bitcoin di negara tersebut.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.