Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Crypto News - Diposting pada 20 April 2025 Waktu baca 5 menit
Bank asal Swiss, Sygnum, memperkirakan bahwa altcoin akan memasuki fase kebangkitan pada kuartal kedua tahun 2025. Prediksi ini disampaikan dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Kamis (17/4/2025), menyusul peningkatan signifikan dalam regulasi global terkait aset digital.
Sygnum menilai bahwa regulasi yang semakin matang, khususnya mengenai penerapan teknologi kripto dalam kehidupan nyata, menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan altcoin. Meski demikian, bank tersebut mencatat bahwa perkembangan positif tersebut belum tercermin dalam harga pasar saat ini.
Pada bulan April, dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto mencapai puncak tertinggi dalam empat tahun terakhir. Hal ini menunjukkan pergeseran preferensi investor menuju aset yang lebih defensif di tengah ketidakpastian pasar.
Namun, prospek adopsi kripto yang lebih luas mulai terbuka, terutama di Amerika Serikat. Langkah Presiden Donald Trump dalam membentuk Digital Asset Stockpile dan kemajuan regulasi stablecoin dinilai akan mempercepat adopsi teknologi ini.
Sygnum menambahkan, protokol kripto yang mampu menarik pengguna secara aktif diprediksi akan mencatatkan performa lebih baik ke depan. Dominasi Bitcoin pun diperkirakan akan mulai melemah seiring dengan munculnya pesaing-pesaing baru.
Selain faktor regulasi, laporan Sygnum juga menyoroti meningkatnya persaingan di pasar kripto, yang kini lebih menitikberatkan pada penciptaan nilai ekonomi. Fokus industri beralih dari hype semata menuju efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan pendapatan.
Beberapa protokol yang dianggap menjanjikan di antaranya Toncoin, Sui, Aptos, Sonic, dan Berachain—masing-masing menghadirkan pendekatan berbeda dalam memperluas basis pengguna dan menggenjot pendapatan.
Meskipun protokol blockchain baru berupaya menyaingi jaringan besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, tantangan adopsi dan monetisasi tetap menjadi kendala utama.
Sygnum juga mencermati potensi jaringan layer-2, khususnya Base. Meskipun sempat mengalami lonjakan pengguna akibat tren meme coin, penurunan minat terhadap aset tersebut menyebabkan penurunan metrik performa Base. Namun, platform ini masih unggul dalam hal jumlah transaksi harian, kapasitas jaringan, serta Total Value Locked (TVL).
Sumber: coinvestasi.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.