Telkom: AI Mampu Pangkas Biaya BUMN hingga 40%, Ini Strateginya!

Teknologi Terkini - Diposting pada 27 February 2025 Waktu baca 5 menit

Foto: Ari Saputra

Telkom Indonesia: AI Bisa Tingkatkan Efisiensi hingga 40% di BUMN

Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk optimistis bahwa teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat meningkatkan efisiensi operasional di berbagai perusahaan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

 

Direktur Digital Business Telkom Indonesia, Fajrin Rasyid, mengungkapkan bahwa penerapan AI di BUMN telah menunjukkan hasil yang positif.

 

"Berdasarkan riset yang kami lakukan, baik di Telkom maupun di BUMN lainnya, AI dapat meningkatkan efisiensi hingga 30-40 persen. Proses yang sebelumnya dilakukan secara manual kini bisa dipercepat dan diotomatisasi dengan bantuan AI," ujarnya dalam konferensi pers di Kawasan Senopati, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

 

AI Permudah Inspeksi Aset dan Infrastruktur

Fajrin menjelaskan bahwa AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai pekerjaan, salah satunya adalah inspeksi aset di lapangan. Biasanya, inspeksi ini membutuhkan banyak tenaga kerja dan biaya yang besar, terutama bagi BUMN yang memiliki aset tersebar di seluruh Indonesia.

 

"Dengan AI, seperti analisis gambar dan video, inspeksi bisa dilakukan secara lebih otomatis. Tim di lapangan tetap diperlukan, tetapi hanya jika dibutuhkan," tambahnya.

 

Ia mencontohkan, perusahaan di sektor energi bisa sangat terbantu dengan AI. Jika sebelumnya inspeksi dilakukan secara manual, kini AI memungkinkan pemantauan jarak jauh untuk mengevaluasi kondisi peralatan atau infrastruktur.

 

"Proses pengecekan infrastruktur yang dulu harus dilakukan dengan mengirim orang ke berbagai lokasi kini bisa dibantu oleh AI melalui video analytics dan image analytics. Jadi, kita tidak perlu selalu mengirim orang untuk memastikan apakah sebuah mesin atau alat masih berfungsi dengan baik," jelasnya.

 

AI Optimalkan Perencanaan dan Bisnis Baru

Telkom sendiri telah mulai memanfaatkan AI untuk perencanaan investasi yang lebih optimal. Sebelum membangun infrastruktur seperti menara atau jaringan kabel, Telkom menggunakan AI untuk menganalisis kebutuhan di wilayah tersebut.

 

"Misalnya, kami bisa menentukan lokasi terbaik untuk membangun kabel atau menara berdasarkan analisis data. Dengan begitu, belanja modal (capex) yang kami keluarkan lebih optimal, sehingga tidak sampai membangun jaringan di tempat yang minim pelanggan," paparnya.

 

Selain efisiensi, AI juga membuka peluang bisnis baru. Telkom, misalnya, kini mengembangkan fitur video analytics sebagai layanan tambahan untuk produk CCTV.

 

"Sebelumnya, kami hanya menjual CCTV. Sekarang, kami menambahkan layanan analitik, sehingga pelanggan bisa memonitor jumlah orang yang keluar-masuk dalam periode tertentu," ungkapnya.

 

Fajrin menegaskan bahwa AI memiliki potensi besar untuk masa depan. "Pada intinya, kami melihat AI sebagai teknologi dengan potensi luar biasa untuk berbagai industri," tutupnya.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: suara.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.