Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 01 June 2023 Waktu baca 5 menit
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengungkapkan bahwa dalam situasi perkembangan teknologi yang pesat saat ini, Indonesia membutuhkan sebanyak 3 juta talenta yang memiliki keahlian di bidang keamanan siber.
Pernyataan ini disampaikan oleh Yoggi Herdani, Koordinator Kelompok Kerja Kemitraan, Direktorat Kemitraan dan Penyelaras Dunia Usaha dan Dunia Industri (Mitras DUDI) Kemendikbud, dalam acara 'U-Connect Cybersecurity Hackathon 2023' yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.
"Dalam era ekonomi digital yang semakin berkembang, dunia membutuhkan 3 juta talenta di bidang keamanan siber," kata Yoggi Herdani seperti yang dilansir dari Antara pada hari Senin (29/5).
Yoggi Herdani juga menambahkan bahwa profesi di sektor informasi dan teknologi, khususnya yang berhubungan dengan keamanan siber, semakin banyak diminati. Pada tahun 2022, diperkirakan jumlah tenaga kerja di bidang informasi dan teknologi akan mencapai 1.232.666 orang.
Proyeksi ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan estimasi jumlah tenaga kerja di bidang tersebut mencapai 1.979.418 orang pada tahun 2025. Hal ini juga tak lepas dari meningkatnya serangan siber di Indonesia.
Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan bahwa jumlah serangan siber di Indonesia pada tahun 2022 mencapai hampir 1 miliar.
Program U-Connect merupakan inisiatif untuk membantu pencarian lapangan kerja bagi alumni peserta Cybersecurity Training tahun 2020-2022 yang diadakan oleh InfraDigital Foundation bekerja sama dengan Mastercard Center for Inclusive Growth. Program ini terbuka bagi peserta yang telah lulus ujian sertifikasi CompTIA+.
Kemendikbudristek bekerja sama dengan sektor swasta dalam menyelenggarakan acara ini, dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan seperti Grab, Telkomsigma, Lintasarta, Isaca, dan Ovo. Acara ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan akan talenta di bidang keamanan siber.
Melalui program U-Connect Cybersecurity Hackathon, diharapkan dapat diukur kemajuan keamanan siber serta memberikan kesempatan bagi talenta keamanan siber untuk berkontribusi dalam industri dan bidang terkait.
"Kami berharap para peserta U-Connect Cybersecurity Hackathon 2023 dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik, meningkatkan kualitas diri, mengasah keterampilan dan komunikasi, serta berkompetisi dengan baik di bidang keamanan siber," ujar Yoggi.
Sumber: katadata.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.