Penjualan Tesla di China Anjlok 11,5%! Hanya 63.238 Unit Terjual, Ada Apa?

Teknologi Terkini - Diposting pada 10 February 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Penjualan Tesla Turun 11,5% di Januari 2025, Tertinggal dari Pesaing China

Mengutip CNBC International, Minggu (9/2/2025), Tesla melaporkan penjualan 63.238 unit kendaraan listrik pada Januari 2025. Angka ini turun 11,5% dibandingkan 71.447 unit yang terjual pada periode yang sama tahun lalu.

 

Di sisi lain, BYD, pesaing asal China, mencatat penjualan 296.446 unit kendaraan listrik dan hybrid plug-in bulan lalu, meningkat 47% secara tahunan. Produsen mobil listrik China lainnya, termasuk Changan Automobile dan Xpeng, juga mengalami pertumbuhan penjualan.

 

Tesla telah berupaya mempertahankan daya saingnya di pasar China dengan strategi pemotongan harga. Pada akhir 2024, perusahaan ini menurunkan harga Model Y serta memperpanjang skema pinjaman lima tahun tanpa bunga hingga akhir Januari.

 

Selain itu, Tesla juga meluncurkan versi terbaru Model Y, salah satu mobil listrik terlarisnya di China, yang tetap dilengkapi dengan bunga 0%.

 

Sejauh ini, Tesla belum memperkenalkan model baru sejak meluncurkan Cybertruck pada akhir 2023, dengan harga mulai USD 80.000. Para investor menantikan model baru yang lebih terjangkau untuk kembali mendorong penjualan.

 

Tesla menyebutkan bahwa model murah tersebut kemungkinan akan diperkenalkan pada paruh pertama 2025.

Sementara itu, perusahaan juga tengah mengembangkan sistem bantuan pengemudi "Full Self Driving" di China, mengikuti langkah para pesaing yang telah meluncurkan fitur serupa.


 

Laba Tesla Meningkat 17,3% pada Kuartal III 2024

Sebelumnya, Tesla melaporkan laba bersih yang tumbuh 17,3% pada kuartal III 2024, dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini didorong oleh penjualan kendaraan listrik yang lebih kuat.

 

CEO Elon Musk optimistis, memprediksi pertumbuhan penjualan antara 20% hingga 30% pada 2025.

Kinerja positif ini menjadi titik balik bagi Tesla setelah mengalami penurunan penjualan dan laba pada dua kuartal pertama tahun 2024.

 

Dalam suratnya kepada investor, Tesla memperkirakan pertumbuhan moderat dalam pengiriman kendaraan tahun ini, dengan target melampaui 1,8 juta unit yang dikirim secara global pada 2023.

 

Mengutip ABC News, Tesla mencatatkan laba USD 2,17 miliar dari Juli hingga September 2024, lebih tinggi dibandingkan USD 1,85 miliar pada periode yang sama di 2023.

 

Keuntungan ini diraih meskipun Tesla menerapkan pemotongan harga dan skema pembiayaan dengan bunga rendah untuk meningkatkan penjualan kendaraan yang telah lama beredar di pasaran. Ini menjadi peningkatan laba kuartalan pertama secara tahunan bagi Tesla pada 2024, setelah sebelumnya mengalami penurunan penjualan dan harga.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: liputan6.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.