Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 05 July 2025 Waktu baca 5 menit
CEO Meta, Mark Zuckerberg, telah membentuk sebuah tim elit untuk mewujudkan ambisinya menciptakan kecerdasan buatan (AI) yang tak tertandingi. Ia mengumumkan adanya restrukturisasi besar dalam operasi AI perusahaan sebagai bagian dari upaya mengejar apa yang disebutnya sebagai "kecerdasan super"—AI yang diharapkan dapat melampaui kemampuan manusia.
Zuckerberg menginformasikan kepada para pegawai bahwa unit baru bernama Meta Superintelligence Labs akan dipimpin oleh mantan CEO Scale AI, Alexandr Wang. Wang, yang kini berusia 28 tahun, bergabung dengan Meta setelah Zuckerberg menginvestasikan hampir USD 15 miliar untuk memperoleh 49% kepemilikan di perusahaan rintisan tersebut.
“Seiring dengan percepatan perkembangan AI, penciptaan kecerdasan super mulai menjadi kenyataan,” ujar Zuckerberg dalam sebuah pesan internal kepada karyawan, sebagaimana pertama kali dilaporkan oleh Bloomberg.
“Saya percaya ini akan menjadi permulaan dari era baru bagi umat manusia, dan saya sangat berkomitmen untuk melakukan segala hal yang dibutuhkan agar Meta menjadi pemimpin utama,” tambahnya, dikutip detikINET dari NY Post.
Zuckerberg menjelaskan bahwa Wang, yang kini menjabat sebagai Chief AI Officer, adalah pendiri startup yang paling luar biasa di generasinya. Ia akan bekerja sama secara erat dengan mantan CEO GitHub, Nat Friedman, yang akan bertanggung jawab atas pengembangan produk AI dan riset terapan.
Berkat keberhasilannya membesarkan Scale AI, kekayaan Alexandr Wang saat ini, menurut Forbes, diperkirakan mencapai USD 3,6 miliar atau sekitar Rp 58 triliun, menjadikannya salah satu miliarder muda terkaya di dunia.
Berita tentang pembentukan tim AI unggulan oleh Meta membuat saham perusahaan tersebut melonjak. Para investor mendorong harga saham induk Facebook dan Instagram ke puncaknya di angka USD 747,90, sebelum akhirnya ditutup di level rekor USD 738,09 per lembar.
Meta kini bersaing ketat dengan perusahaan seperti Google dan OpenAI dalam pengembangan AI canggih. Zuckerberg lebih mendukung pendekatan open source, yaitu model AI yang dapat diakses publik secara bebas, sedangkan Google dan OpenAI memilih pendekatan dengan kode sumber tertutup.
Dalam pesan internalnya, Zuckerberg juga memastikan bahwa Meta telah merekrut empat peneliti dari OpenAI, yaitu Jiahui Yu, Shuchao Bi, Shengjia Zhao, dan Hongyu Ren.
Selain itu, Trapit Bansal, peneliti utama di balik model penalaran AI pertama milik OpenAI, o1, juga kini menjadi bagian dari tim Meta. Secara keseluruhan, Zuckerberg mengumumkan perekrutan 11 orang baru, termasuk mantan pegawai Google dan perusahaan AI lainnya, Anthropic.
CEO OpenAI, Sam Altman, secara terbuka mengeluhkan strategi Zuckerberg dalam merekrut staf dari perusahaannya. Ia menyebut dalam sebuah podcast bahwa pendiri Facebook tersebut telah menawarkan bonus penandatanganan sebesar USD 100 juta untuk memikat talenta terbaik dari OpenAI.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.