Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 03 May 2023 Waktu baca 5 menit
Dalam waktu lima tahun ke depan, pada tahun 2027, diprediksi sekitar 83 juta lapangan kerja akan menghilang, sedangkan hanya ada 63 juta pekerjaan baru yang akan muncul. Dampak dari perubahan ini diperkirakan akan mengakibatkan hilangnya sekitar 14 juta pekerjaan, atau setara dengan 2 persen dari total pekerjaan yang tersedia saat ini.
Forum Ekonomi Dunia (WEF) telah merilis hasil survei tersebut bertepatan pada Hari Buruh Sedunia atau May Day, yang menunjukkan bahwa teknologi dan digitalisasi menjadi penyebab utama dari perubahan ini. Survei ini didasarkan pada masukan dari sekitar 800 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 11 juta pekerja dan menggunakan kumpulan data dari 673 juta pekerjaan.
Survei tersebut menyatakan bahwa "Memajukan adopsi teknologi dan meningkatkan digitalisasi akan menyebabkan perubahan pasar tenaga kerja yang signifikan."
Jenis pekerjaan yang diprediksi akan menghilang adalah pekerjaan kesekretariatan dan administrasi seperti teller bank dan kasir. Sebagai penggantinya, mesin otomatis akan mulai digunakan. Sementara itu, jenis pekerjaan baru yang diperkirakan akan muncul adalah spesialis pembelajaran mesin kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan pakar keamanan siber.
CNN melaporkan bahwa spesialis pembelajaran mesin AI, pakar keamanan siber, dan analis data diperkirakan akan tumbuh rata-rata 30 persen pada tahun 2027. Namun, kehadiran AI akan berdampak negatif pada banyak pekerjaan yang saat ini dipegang oleh manusia.
WEF memprediksi bahwa pekerjaan pencatatan dan administrasi akan berkurang sekitar 27 juta pada tahun 2027. Selain teknologi dan digitalisasi, faktor lain yang dapat memengaruhi pergeseran dalam dunia kerja adalah meningkatnya pengembangan energi terbarukan. Hal ini akan menciptakan lebih banyak pekerjaan ramah lingkungan.
Namun, pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dan inflasi yang tinggi perlu diwaspadai karena dapat memicu kerugian. Terlepas dari semakin populernya AI di masyarakat, otomatisasi telah berkembang perlahan di awal dekade ini. Berbagai organisasi yang disurvei oleh WEF memperkirakan bahwa 34 persen dari semua tugas terkait bisnis saat ini dilakukan oleh mesin.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.