Jokowi Siap Luncurkan 3 Aplikasi Layanan Publik Terbaru Bulan Ini

Teknologi Terkini - Diposting pada 04 September 2024 Waktu baca 5 menit

DIGIVESTASI - Pemerintah berencana meluncurkan secara terbatas tiga produk digital baru dari INA Digital, yaitu INA Ku, INA Gov, dan INA Pas. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, mengungkapkan bahwa peluncuran ini akan dilakukan pada bulan September.

 

"Dalam waktu dekat, pada bulan September ini, kami akan meluncurkan tiga layanan secara terbatas. Tiga layanan ini mencakup sembilan fitur awal," ujar Anas kepada wartawan setelah rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/9/2024).

 

Anas menjelaskan bahwa ketiga aplikasi tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Misalnya, INA Gov adalah portal untuk administrasi pemerintahan. Aplikasi ini nantinya akan terhubung dengan platform Smart ASN yang juga akan segera diluncurkan.

"Dari sekitar dua ribu aplikasi yang ada, nantinya akan digabungkan menjadi satu aplikasi, sehingga ASN kita dapat dengan mudah memeriksa profil, sasaran kinerja, dan melakukan pembelajaran mandiri. Sebelumnya, BKN dan LAN memiliki aplikasi terpisah, namun ke depan cukup satu aplikasi saja," jelas Anas.

 

Aplikasi kedua, INA Pas, adalah platform identitas digital.

"Setelah melalui lebih dari 36 kali rapat, kita sekarang telah memiliki SSO di INA Pas untuk mengakses layanan dalam Portal Nasional Digital ID," ungkap Anas.

Aplikasi ketiga, INA Ku, adalah portal layanan publik yang mengintegrasikan layanan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Sosial, dan BPJS Kesehatan. Anas menyebutkan bahwa ada sembilan belas fitur awal yang dapat diakses melalui aplikasi ini.

 

Aplikasi ini memungkinkan pengguna untuk memeriksa pemberian imunisasi, sertifikat vaksin, mencari obat dan dokter, serta memeriksa saldo Jaminan Hari Tua (JHT), pemberian bantuan sosial, perubahan data kependudukan, dan lainnya.

Lebih lanjut, Anas menyatakan bahwa peluncuran terbatas ini akan diterapkan pada 40 ribu pengguna, terutama ASN, sebagai bagian dari proses uji coba.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

TAG :