Berita Terkini
Timur Tengah Memanas! NATO Bereaksi atas Rencana Blokade Hormuz oleh AS-Apa Dampaknya ke Dunia?
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 06 April 2026 Waktu baca 5 menit
Konsep penyimpanan data seperti gambar maupun file tidak lagi terbatas pada hard disk atau memori internal smartphone, karena China menghadirkan metode unik dengan memanfaatkan DNA sebagai media penyimpanan.
Teknologi yang disebut DNA Cassette Tape ini memungkinkan data disimpan dalam untaian DNA yang terintegrasi dengan pita plastik sepanjang 100 meter, dengan kapasitas setara penyimpanan hingga 3 miliar lagu.
Para peneliti menyebutkan bahwa pita sepanjang 1 kilometer mampu menampung hingga 362 ribu terabyte data atau sekitar 60 miliar foto. Kapasitas ini jauh melampaui perangkat konvensional seperti laptop yang umumnya hanya memiliki penyimpanan 0,5 hingga 2 TB, serta smartphone yang berkisar antara 125 GB hingga 256 GB.
Dalam penelitian yang dikutip dari Live Science pada Rabu (1/4/2026), para ilmuwan menjelaskan bahwa DNA memiliki potensi besar sebagai media penyimpanan informasi masa depan karena tingkat kepadatan datanya yang sangat tinggi.
Mereka juga menambahkan bahwa desain pita berbentuk gulungan DNA memungkinkan pemanfaatan ruang material secara optimal, sehingga kapasitas penyimpanan dapat ditingkatkan hanya dengan memperpanjang pita tersebut.
Menurut tim peneliti, penyimpanan berbasis DNA juga memiliki daya tahan yang sangat lama karena untaian DNA tersebut ditempatkan dalam kerangka logam-organik (MOF) yang berfungsi sebagai lapisan pelindung.
Teknologi ini memungkinkan pita penyimpanan bertahan lebih dari 345 tahun pada suhu ruangan, bahkan hingga 20 ribu tahun pada suhu 0 derajat Celsius. Selain itu, jika terjadi kerusakan, pita tersebut masih dapat diperbaiki menggunakan perekat transparan.
Dalam proses penggunaannya, setiap bagian pita dilengkapi dengan kode batang yang menunjukkan file apa saja yang tersimpan di dalamnya.
Sebuah kamera akan dipasang pada perangkat yang menyerupai pemutar kaset, yang kemudian memindai pita saat bergerak di antara dua rol untuk menemukan file tertentu, lalu mencelupkannya ke dalam larutan basa yang akan melepaskan DNA.
Setelah itu, DNA yang diambil dapat diurutkan, dan urutan basa yang diperoleh akan diterjemahkan kembali menjadi kode file yang dapat dibaca.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.