Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Teknologi Terkini - Diposting pada 17 June 2023 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Indonesia dan perusahaan teknologi terkemuka, Google, telah melakukan kolaborasi untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat Indonesia dalam mengembangkan keterampilan digital mereka. Sebagai bagian dari upaya ini, Google telah menyediakan 11.000 beasiswa Google Career Certificates (GCC) tambahan kepada beberapa lembaga, termasuk Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Telkom Indonesia.
Beasiswa ini menawarkan pelatihan dalam berbagai bidang yang relevan dengan industri teknologi saat ini, seperti Dukungan IT, Analisis Data, Desain Pengalaman Pengguna (UX), Pemasaran Digital & E-Commerce, Manajemen Proyek, dan Keamanan Siber. Para peserta kursus ini akan dibekali dengan keterampilan digital profesional yang dibutuhkan dalam jangka waktu tiga hingga enam bulan.
Menurut Randy Jusuf, Direktur Utama Google Indonesia, lebih dari 19 ribu orang di Indonesia telah memperoleh Google Career Certificates dalam bidang Dukungan IT, Analisis Data, dan Desain Pengalaman Pengguna sejak tahun 2018. Para lulusan program ini melaporkan adanya dampak positif terhadap perkembangan karier mereka. Sebagai respons terhadap permintaan dan keberhasilan tersebut, Google kini juga meluncurkan sertifikat untuk bidang Pemasaran Digital & E-Commerce, Manajemen Proyek, dan Keamanan Siber.
Studi yang dilakukan oleh Economist Impact dengan dukungan dari Google mengungkapkan bahwa 77 persen karyawan di Indonesia sekarang lebih memprioritaskan keterampilan yang nyata daripada kualifikasi formal dalam proses perekrutan. Survei yang melibatkan 1.375 karyawan di seluruh Asia Pasifik, termasuk 100 responden dari Indonesia, menunjukkan bahwa keterampilan yang dianggap penting dalam dunia teknologi tingkat lanjut adalah analisis dan visualisasi data (56 persen), dukungan IT (51 persen), serta pemasaran digital dan e-commerce (48 persen).
Namun, data menunjukkan bahwa hanya 1 persen tenaga kerja di Indonesia memiliki keterampilan digital tingkat lanjut. Oleh karena itu, program seperti pembelajaran mesin, komputasi awan, dan pengembangan mobile melalui inisiatif Bangkit yang didukung oleh Google dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi semakin populer dan diharapkan dapat menghasilkan lebih banyak lulusan dengan keterampilan tingkat lanjut. Randy Jusuf mengumumkan bahwa pendaftaran untuk batch kedua Bangkit tahun 2023 masih dibuka, dan diharapkan akan ada lebih dari 12.000 lulusan pada akhir tahun ini.
Perusahaan dan organisasi di berbagai sektor, termasuk sektor jasa keuangan, juga mengakui pentingnya Google Career Certificates sebagai sertifikasi yang berharga. Keterampilan digital yang terkait dengan analitik data dan pemasaran digital sangat dicari dalam perekrutan karyawan. Grase Oksiana dari tim Human Capital di Astra Financial menyatakan bahwa mendapatkan keterampilan digital baru adalah cara terbaik untuk meningkatkan peluang di pasar kerja yang kompetitif saat ini.
Kolaborasi antara Google dengan pemerintah dan lembaga terkait membawa harapan akan terciptanya 20-45 juta peluang kerja baru dalam sektor teknologi. Selain itu, sektor non-teknologi juga diharapkan dapat tumbuh dengan adanya adopsi teknologi yang semakin tinggi, sehingga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas.
Keterampilan digital menjadi kunci dalam menghadapi era digital ini, dan berbagai inisiatif seperti Google Career Certificates dan program-program pelatihan lainnya memberikan kesempatan berharga bagi masyarakat Indonesia untuk memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang terus berkembang.
Sumber: tempo.co
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.