Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 11 April 2025 Waktu baca 5 menit
Langkah mengejutkan diambil investor legendaris Warren Buffett. Alih-alih mengalirkan dana ke pasar saham, CEO Berkshire Hathaway itu memilih menimbun kas hingga mencapai US$334 miliar atau sekitar Rp5.609 triliun. Kebijakan ini menjadikan kas perusahaan melampaui nilai total portofolio sahamnya.
Sepanjang tahun 2024, Berkshire Hathaway tercatat telah menjual saham senilai US$134 miliar, termasuk memangkas kepemilikan di Apple sebesar 67% dan di Bank of America sebanyak 34%. Langkah ini memicu spekulasi luas di kalangan pelaku pasar.
Menurut Marcus Henderson, analis dari Capital Insight Partners yang dikutip dari journee-mondiale.com, keputusan Buffett mencerminkan ketidaksesuaian valuasi pasar saat ini dengan standar ketat value investing yang dipegangnya. “Buffett selalu sabar saat pasar overvalued. Itulah alasan ia konsisten menjadi investor tersukses sepanjang masa,” jelasnya.
Strategi yang dianut Buffett berpijak pada prinsip dasar value investing—membeli aset berkualitas tinggi dengan harga wajar. Dengan valuasi pasar publik dan privat yang dinilai masih tinggi, Buffett lebih memilih menunggu peluang yang benar-benar sesuai.
Selain itu, perubahan pada imbal hasil surat utang negara AS turut menjadi alasan utama di balik akumulasi kas tersebut. Imbal hasil Treasury Bills yang kini menembus 4% membuat kas menjadi instrumen yang kompetitif, berbeda dengan era suku bunga rendah sebelumnya.
"Ini adalah pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, investor bisa mendapat return menarik hanya dari kas," ungkap Eileen Chavez, Chief Investment Strategist di Meridian Wealth. Ia menambahkan bahwa kondisi ini menjadikan sikap sabar jauh lebih rasional.
Koreksi tajam pasar saham global belakangan ini, yang banyak dipicu oleh meningkatnya ketegangan dagang antarnegara, seakan memperkuat pendekatan konservatif Buffett. Anjloknya indeks-indeks utama memberi pesan bahwa dalam menghadapi volatilitas, kesabaran justru bisa menjadi kunci kesuksesan finansial jangka panjang.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.