Saham News
IHSG Hari Ini Berpotensi Bergerak Fluktuatif! Simak Rekomendasi Saham Pilihan Kamis, 21 Mei 2026
/index.php
Saham News - Diposting pada 21 May 2026 Waktu baca 5 menit
Investor asing masih melanjutkan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar meskipun secara keseluruhan mencatatkan net buy di pasar reguler pada perdagangan Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan data bursa, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi emiten dengan nilai net sell asing terbesar, yakni mencapai Rp375,8 miliar. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp221 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp140,5 miliar.
Tekanan jual dari investor asing juga masih terjadi pada saham-saham konglomerasi dan sektor telekomunikasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Berikut daftar saham dengan nilai net sell asing terbesar pada perdagangan sebelumnya:
Aksi jual investor asing juga terlihat dominan pada saham-saham konglomerasi serta emiten komoditas lapis pertama. Namun demikian, investor asing justru mencatatkan pembelian pada saham bertema energi dan hilirisasi seperti PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Indika Energy Tbk (INDY).
Sementara itu, pergerakan IHSG pada perdagangan kemarin berlangsung sangat fluktuatif layaknya roller coaster. Setelah mengalami kenaikan dan penurunan sepanjang sesi intraday, IHSG akhirnya ditutup melemah 0,82 persen ke posisi 6.318,50.
Sebanyak 483 saham ditutup turun, hanya 208 saham yang menguat, sedangkan 126 saham lainnya bergerak stagnan. Volume perdagangan saham tercatat mencapai 41,13 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp22,36 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 2,47 juta kali.
Sebelumnya, pada pagi hari menjelang pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), IHSG sempat berbalik menguat dan melonjak sekitar 1 persen ke level 6.430,97 setelah sebelumnya dibuka di zona merah.
Pasar diketahui merespons negatif pidato Prabowo yang mengumumkan kebijakan ekspor satu pintu untuk sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Bahkan sebelum mengalami penurunan tajam pada akhir sesi pertama, IHSG sempat merosot hampir 2,5 persen setelah Prabowo menyampaikan rencana pembentukan badan ekspor milik BUMN.
Mayoritas sektor perdagangan berakhir melemah, dengan tekanan terbesar berasal dari sektor infrastruktur dan bahan baku, sedangkan sektor teknologi dan keuangan menjadi sektor yang masih mencatatkan penguatan.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.