7 Profesi Baru Bergaji Fantastis! Penghasilan Bisa Tembus Rp2 Miliar, Banyak Diburu Perusahaan

Edukasi - Diposting pada 19 May 2026 Waktu baca 5 menit

Lonjakan penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah melahirkan berbagai profesi baru dengan tingkat penghasilan yang sangat tinggi. Sejumlah perusahaan teknologi global kini bersaing mencari talenta AI, mulai dari filsuf AI hingga vibe coder, dengan bayaran mencapai ratusan ribu dolar Amerika Serikat per tahun.

 

Fenomena ini terjadi di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja yang juga dipicu oleh otomatisasi berbasis AI. Banyak perusahaan mengurangi tenaga kerja lama sambil membuka posisi-posisi baru yang sebelumnya belum pernah ada. Sebagian di antaranya bahkan merupakan profesi lama yang kembali muncul dalam versi baru di industri teknologi.

 

Salah satu posisi yang saat ini paling banyak dicari adalah forward deployed engineer. Profesi ini bertugas mendampingi perusahaan klien secara langsung dalam membangun solusi AI yang dirancang khusus sesuai kebutuhan bisnis mereka.

 

Data dari Indeed menunjukkan bahwa lowongan untuk posisi forward deployed engineer pada Januari 2026 meningkat hingga 19 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Anthropic, dan Amazon Web Services menawarkan gaji mulai dari US$115 ribu atau sekitar Rp2 miliar hingga lebih dari US$200 ribu atau sekitar Rp3,5 miliar per tahun.

 

Selain itu, perusahaan AI juga aktif mencari AI evangelist, yaitu individu yang bertugas memperkenalkan teknologi AI kepada masyarakat dan ekosistem startup.

 

Anthropic bahkan membuka posisi “Claude Evangelist” dengan penawaran gaji mencapai US$240 ribu atau sekitar Rp4,2 miliar per tahun.

 

Profesi unik lainnya yang mulai muncul adalah AI philosopher atau filsuf AI. Posisi ini bertanggung jawab memastikan model AI tetap sejalan dengan nilai-nilai manusia dan prinsip etika. Google DeepMind pernah membuka lowongan terkait etika dan keamanan AI dengan gaji hingga US$231 ribu per tahun.

 

Profesi baru lainnya adalah vibe coder. Istilah yang sebelumnya hanya populer sebagai slang internet kini mulai digunakan secara resmi dalam lowongan pekerjaan. Posisi ini mengacu pada pekerja yang membangun perangkat lunak menggunakan instruksi bahasa alami melalui alat AI coding.

 

Gaji untuk posisi vibe coder di TikTok dimulai dari US$108 ribu per tahun, sedangkan di YouTube mencapai US$149 ribu per tahun.

 

Pada level tertinggi terdapat posisi Chief AI Officer. PwC menunjuk Chief AI Officer pada Juli 2024, sementara Accenture membentuk posisi chief responsible AI officer pada tahun yang sama. Glassdoor memperkirakan gaji Chief AI Officer di sektor swasta berada pada kisaran US$265 ribu atau sekitar Rp4,7 miliar hingga US$494 ribu atau sekitar Rp8,7 miliar per tahun.

 

Berikut sejumlah profesi AI baru yang saat ini banyak dibutuhkan perusahaan, sebagaimana dikutip dari The Next Web pada Senin (18/5/2026):

  • Forward deployed engineer: Insinyur teknologi yang bekerja langsung bersama tim atau departemen pengguna, bukan hanya berada di kantor pusat teknis. Mereka bertugas menyelesaikan masalah secara langsung, memahami kebutuhan pengguna, serta menciptakan atau menyesuaikan alat teknologi tepat di lokasi penggunaannya.
  • AI evangelist: Individu yang bertanggung jawab memperkenalkan dan mempromosikan teknologi AI kepada masyarakat. Mereka menjelaskan fungsi dan manfaat AI, membantu orang memahami cara penggunaannya, serta mendorong adopsi AI secara tepat.
  • AI philosopher: Profesional yang membahas pertanyaan mendasar terkait AI, seperti apakah AI benar-benar mampu berpikir atau hanya melakukan perhitungan, dampak pengambilan keputusan oleh AI, hingga bagaimana AI seharusnya berperan dalam kehidupan manusia, etika, dan masyarakat. Fokus utamanya adalah nilai, makna, dan dampak jangka panjang AI.
  • Internal AI accelerator: Posisi internal perusahaan yang bertugas mempercepat penerapan teknologi AI. Mereka membantu berbagai tim mengidentifikasi pekerjaan yang dapat didukung AI, mengatasi hambatan implementasi, membagikan praktik terbaik, dan memastikan proyek AI berjalan efektif di seluruh perusahaan.
  • Vibe coder: Istilah informal bagi individu yang menulis kode program berdasarkan tujuan, nuansa, atau pengalaman yang ingin dicapai, bukan semata mengikuti rencana teknis yang kaku. Mereka bekerja secara kreatif dan cepat agar hasil akhir sesuai dengan gaya dan pengalaman yang diharapkan.
  • AI model trainer/freelancer: Orang yang menyiapkan data dan melatih sistem AI agar mampu belajar dengan benar. Mereka mengajarkan AI mengenali pola, menjawab pertanyaan, atau menyelesaikan tugas tertentu melalui contoh-contoh yang tepat dan perbaikan berkelanjutan. Pekerjaan ini biasanya dilakukan secara mandiri untuk berbagai klien.
  • Chief AI Officer: Eksekutif tertinggi yang bertanggung jawab atas seluruh strategi dan implementasi AI dalam organisasi. Mereka memastikan penggunaan AI berjalan aman dan etis, memimpin tim pengembang AI, serta menjamin teknologi AI memberikan manfaat dan mendukung tujuan perusahaan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.