Edukasi
7 Profesi Baru Bergaji Fantastis! Penghasilan Bisa Tembus Rp2 Miliar, Banyak Diburu Perusahaan
/index.php
Saham News - Diposting pada 19 May 2026 Waktu baca 5 menit
IHSG ditutup melemah 1,85 persen ke level 6.599,24 pada perdagangan Senin (18/5).
Di tengah tekanan pasar, saham TLKM menguat 4,05 persen, diikuti BYAN yang naik 6,25 persen, serta ASII yang bertambah 4,35 persen dan menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Sebaliknya, saham DSSA turun 14,98 persen, TPIA melemah 14,88 persen, dan BBRI terkoreksi 1,92 persen sehingga menjadi pemberat utama IHSG.
Investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih sebesar Rp460,34 miliar di pasar reguler dan Rp463,99 miliar di seluruh pasar. Semua sektor saham berada di zona negatif, dengan sektor transportasi mengalami penurunan paling dalam sebesar 6,20 persen.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi. Indeks Dow Jones naik 0,32 persen ke level 49.686, sementara S&P 500 turun tipis 0,07 persen menjadi 7.403 dan Nasdaq melemah 0,51 persen ke posisi 26.090.
Pelaku pasar juga mencermati peluang kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia setelah rupiah melemah ke level Rp17.655 per dolar AS. Situasi tersebut dinilai membuka kemungkinan bagi BI untuk menaikkan BI Rate dari 4,75 persen menjadi 5,00 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar.
Sementara itu, JPFA mencatat pertumbuhan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Pendapatan perusahaan meningkat 23,59 persen secara tahunan menjadi Rp17,71 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp14,33 triliun. Segmen peternakan komersial menjadi penyumbang terbesar dengan pertumbuhan 26,29 persen YoY menjadi Rp7,04 triliun.
Di sisi lain, beban pokok penjualan naik 13,37 persen YoY menjadi Rp13,19 triliun. Meski demikian, laba bersih JPFA melonjak 157,60 persen YoY menjadi Rp1,94 triliun dari sebelumnya Rp750 miliar. Laba per saham dasar juga meningkat signifikan menjadi Rp156 dibandingkan Rp59 pada periode yang sama tahun lalu. Secara teknikal, saham JPFA masih bergerak dalam rentang Rp2.490 hingga Rp2.640 per saham.
Dari sisi aksi korporasi, GSMF sedang mempersiapkan penambahan modal melalui skema private placement dengan menerbitkan maksimal 1,42 miliar saham Seri C atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Pemegang saham pengendali, Equity Global International Ltd., berencana menambah setoran modal tunai sebesar Rp150 miliar.
Dana senilai Rp60,13 miliar telah diterima pada 31 Desember 2025, sementara sisa Rp89,87 miliar akan direalisasikan setelah memperoleh persetujuan dalam RUPSLB pada 25 Juni mendatang. Melalui aksi korporasi tersebut, kepemilikan EGIL diperkirakan meningkat menjadi 71,17 persen dari sebelumnya 68,28 persen.
Sementara itu, CITA menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp351 per saham atau setara total Rp1,39 triliun. Nilai tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen sebesar 57,94 persen dari laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,40 triliun.
Nilai dividen tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp328 per saham. Sepanjang 2025, pendapatan bersih CITA tumbuh 12,58 persen YoY menjadi Rp2,69 triliun. Namun, laba bersih perseroan turun 3,65 persen menjadi Rp2,40 triliun, sejalan dengan penurunan laba per saham menjadi Rp606 dari sebelumnya Rp629.
Pada perdagangan terakhir, saham CITA ditutup di level Rp3.800 per saham dengan estimasi dividend yield sekitar 9,24 persen. Cum date dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 22 Mei, sedangkan pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 12 Juni.
Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu.
Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai profil risiko serta tujuan keuangan pribadi. Selalu lakukan investasi secara bijak.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.