Saham 5 Perak Melejit 4.000%! Update Terbaru Mengejutkan Pasar

Saham News - Diposting pada 25 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi AI

BEI Buka Suspensi Saham Techno9 Indonesia (NINE), Masuk ke Papan Pemantauan Khusus

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi perdagangan saham PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) mulai sesi pertama pada 25 Februari 2025.

 

“Suspensi atas perdagangan saham Techno9 Indonesia (NINE) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi pertama 25 Februari 2025,” demikian pengumuman yang dirilis oleh BEI.

 

Meskipun suspensi telah dicabut, saham NINE kini masuk dalam papan pemantauan khusus, efektif 25 Februari 2025. Saham ini masuk dalam kriteria 10, yakni saham yang mengalami penghentian perdagangan lebih dari satu hari bursa akibat aktivitas perdagangan yang tidak wajar.


 

Sempat Dibekukan Lebih dari Sebulan Akibat Kenaikan Harga Drastis

Sebelumnya, saham NINE dikenakan suspensi oleh BEI sejak 10 Januari 2025, yang berarti saham ini dibekukan lebih dari satu bulan.

 

Suspensi ini diberlakukan karena terjadi lonjakan harga yang sangat signifikan. Sebelum disuspensi, saham NINE diperdagangkan di level Rp 204, padahal sebelumnya hanya berada di Rp 5. Ini berarti saham melonjak hingga 3.980% atau nyaris 4.000% dalam waktu singkat.


 

Ekspansi ke Sektor Tambang, Akuisisi Dua Tambang Batu Bara

Setelah resmi diakuisisi oleh investor asal Singapura, Poh Group, Techno9 Indonesia (NINE) bersiap melakukan ekspansi ke bisnis tambang batu bara. Emiten ini berencana mengakuisisi dua tambang batu bara di Sumatra dan Kalimantan.

 

Menurut manajemen NINE, tambang di Sumatra yang tengah diincar memiliki luas 922,7 hektare dengan cadangan 10 juta ton dan lisensi penambangan. Tambang ini ditargetkan memulai produksi dalam waktu kurang dari tiga bulan.

 

Sementara itu, tambang di Kalimantan Tengah yang menjadi target akuisisi memiliki luas 1,18 ribu hektare dengan cadangan 18 juta ton dan telah memiliki izin penambangan. Tambang ini sebelumnya pernah beroperasi pada 2019 dan direncanakan kembali berproduksi dalam waktu kurang dari tiga bulan.


 

Integrasi dengan Tambang Batu Bara di Mongolia dan Kamboja

Dua tambang baru ini nantinya akan dikonsolidasikan dengan tiga tambang batu bara yang dimiliki Poh Resources Ltd di Mongolia dan Kamboja. Saat ini, tambang di Mongolia dan Kamboja dimiliki oleh Poh Kay Ping, pemilik akhir dari Poh Group, dan akan direstrukturisasi agar menjadi bagian dari Poh Resources Pte Ltd.

 

Pada 23 Januari 2025, Poh Group telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan pemegang saham Techno9 untuk mengakuisisi 70% saham NINE pada harga Rp 19 per saham. Penyelesaian akuisisi ini masih menunggu pemenuhan syarat dalam CSPA, termasuk Techno9 yang akan melakukan rights issue I untuk menghimpun dana Rp 80 miliar.

 

Selanjutnya, Techno9 akan melaksanakan rights issue II dengan target dana sebesar USD 200 juta. Setelah itu, Techno9 akan mengakuisisi mayoritas saham Poh Resources Ltd dari Poh Group, menandai ekspansi besar perusahaan di industri tambang batu bara.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: investors.id

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.