Prediksi IHSG & Rekomendasi Saham Minggu Ini

Saham News - Diposting pada 24 February 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

IHSG Berpeluang Menguat, Analis Berikan Rekomendasi Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak positif dalam perdagangan hari ini, Senin (24/2/2025). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG mencatat kenaikan 2,48% selama periode 17-21 Februari 2025, ditutup pada 6.803,001. Kapitalisasi pasar bursa juga meningkat 3,37% menjadi Rp11.786 triliun, dibandingkan dengan Rp11.401 triliun pada pekan sebelumnya.

 

Selain itu, rata-rata volume transaksi harian di Bursa mengalami lonjakan 18,99%, dari 15,45 miliar lembar saham menjadi 18,38 miliar lembar saham.

 

Tim analis MNC Sekuritas menilai bahwa IHSG masih berada dalam wave B dari wave (Y) dalam skenario hitam, yang mengindikasikan adanya potensi kenaikan lebih lanjut.

 

“IHSG masih memiliki peluang untuk menguji level 6.908 hingga 7.148,” demikian tertulis dalam riset MNC Sekuritas, Senin (24/2/2025).

 

IHSG diperkirakan akan bergerak dalam kisaran support di level 6.679 dan 6.509, serta resistance pada 6.933 dan 7.046.

 

Sebagai strategi investasi, MNC Sekuritas merekomendasikan investor mempertimbangkan strategi buy on weakness untuk saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA), serta speculative buy untuk saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) dan PT Petrosea Tbk. (PTRO).


 

IHSG Berpotensi Melemah, Investor Tunggu Kepastian BPI Danantara

Di sisi lain, beberapa analis memperkirakan IHSG akan mengalami tekanan pada perdagangan hari ini. Sentimen utama berasal dari pasar yang menanti pengumuman resmi pembentukan BPI Danantara yang dijadwalkan akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto hari ini.

 

Menurut Phintraco Sekuritas, meskipun IHSG masih menunjukkan fase minor bullish reversal, indeks ini tetap berada dalam kondisi konsolidasi di atas level 6.800 hingga Jumat (21/2/2025).

 

“IHSG berpeluang keluar dari fase konsolidasi dengan mencoba menembus level psikologis 6.900 pekan ini,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (24/2/2025).

 

Indeks diprediksi bergerak di kisaran resistance 6.750, dengan pivot dan support masing-masing di 6.550.

 

Faktor eksternal yang menekan IHSG antara lain aksi jual (sell-off) di Wall Street pada akhir pekan lalu, dipicu oleh kekhawatiran terkait prospek pertumbuhan ekonomi AS. Hal ini terjadi setelah Michigan Consumer Sentiment turun dari 71,1 pada Januari menjadi 64,7 di Februari 2025, yang disinyalir sebagai dampak dari kebijakan tarif baja dan aluminium, serta rencana penerapan reciprocal tariff package yang diperkirakan akan diumumkan pada Maret 2025.

 

Di dalam negeri, minimnya data ekonomi pada pekan terakhir Februari juga menjadi faktor yang membatasi pergerakan pasar. Satu-satunya indikator makro yang menjadi perhatian adalah data pertumbuhan kredit yang dipublikasikan awal pekan ini.

 

“Fokus pasar mulai beralih ke pengumuman dividen, terutama dari emiten yang secara historis rutin membagikan dividen dalam jumlah besar,” kata Phintraco dalam risetnya.

 

Phintraco menyebutkan beberapa saham yang layak diperhatikan pada pekan ini, termasuk ASII, BBCA, BRPT, CPIN, INCO, AUTO, dan NCKL.

 

Senada dengan itu, CGS International juga memperkirakan bahwa IHSG masih cenderung melemah pada awal pekan ini. Namun, peluncuran BPI Danantara diharapkan menjadi faktor penggerak yang dapat memengaruhi IHSG dalam beberapa waktu ke depan.

 

“Investor juga akan mencermati pengumuman pembentukan BPI Danantara oleh Presiden Prabowo,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam risetnya hari ini.

 

CGS International memproyeksikan IHSG bergerak dalam kisaran support di 6.740 atau 6.680, dengan resistance di 6.865 atau 6.930.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.