Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 20 February 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada sesi awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/2/2025). Namun, nilai tukar rupiah melemah di pasar spot pada pagi ini.
Berdasarkan data RTI, pada pukul 09.02 WIB, IHSG berada di level 6.806,87, naik 12,00 poin (0,18 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di 6.794,86.
Sebanyak 210 saham bergerak di zona hijau, sementara 112 saham mengalami penurunan dan 207 saham stagnan. Hingga saat ini, nilai transaksi mencapai Rp 546,92 miliar dengan volume perdagangan 768,85 juta saham.
Direktur Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyatakan bahwa The Federal Reserve (bank sentral AS) kemungkinan akan mempertahankan suku bunga, di tengah inflasi yang masih fluktuatif.
Keputusan ini membuat investor dan pelaku pasar cemas, mengingat penurunan suku bunga sempat terjadi pada akhir 2024 sebesar 100 basis poin, namun tidak berlanjut.
Dari sisi domestik, pemerintah Indonesia berpotensi menunda penerapan pajak minimum global sebesar 15 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyebutkan bahwa kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan, dengan mempertimbangkan dampak kebijakan global, termasuk keputusan Presiden AS Donald Trump yang menarik AS dari kesepakatan pajak global setelah kembali menjabat.
"Berdasarkan analisis teknikal, IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas, dengan level support dan resistance di kisaran 6.650–6.870," jelasnya dalam riset terbaru.
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke level 6.625–6.700, jika bergerak di bawah support minor 6.772.
Namun, jika IHSG mampu bertahan di atas 6.772, tren kenaikan sebelumnya dapat berlanjut menuju resisten 7.000–7.041.
"Support IHSG berada di 6.772, 6.728, 6.613, dan 6.480, sementara resistennya di 7.041, 7.174, dan 7.349. Indikator MACD menunjukkan kondisi netral," ujarnya.
Sementara itu, mayoritas indeks saham Asia bergerak bervariasi:
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada perdagangan pasar spot pagi ini.
Menurut data Bloomberg, pada pukul 09.08 WIB, rupiah berada di level Rp 16.365 per dolar AS, melemah 40,5 poin (0,25 persen) dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di Rp 16.324,5 per dolar AS.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan bahwa risalah rapat kebijakan The Fed pada Januari lalu yang dirilis dini hari tadi menunjukkan bahwa bank sentral ingin mempertahankan suku bunga lebih lama.
The Fed masih menunggu perkembangan inflasi, data ketenagakerjaan, serta dampak kebijakan tarif Donald Trump sebelum membuat keputusan lebih lanjut.
Selain itu, kebijakan tarif Trump masih memberikan sentimen negatif ke pasar, menyebabkan indeks saham Asia bergerak negatif.
Dari sisi domestik, muncul spekulasi bahwa Bank Indonesia (BI) mungkin akan memangkas suku bunga acuan, mengingat inflasi yang rendah dan pemangkasan anggaran belanja negara yang berdampak pada aktivitas bisnis.
"Potensi pelemahan rupiah hari ini ke arah 16.380, dengan level support di sekitar 16.290," tambahnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.