IHSG Cetak Rekor Baru, Saham-Saham Ini Diprediksi Paling Berpotensi Raup Cuan

Saham News - Diposting pada 07 January 2026 Waktu baca 5 menit

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mempertahankan penguatan pada perdagangan Selasa (6/1). IHSG ditutup naik 0,84% dan mencapai level 8.933,61, seiring dorongan dari saham-saham berkapitalisasi besar serta kondisi sentimen global yang mendukung.

 

Di antara saham unggulan, AMMN menjadi kontributor terbesar setelah mencatat lonjakan 10,71%. Saham perbankan utama juga bergerak positif, dengan BBCA menguat 1,24% dan BBRI naik 1,38%. Sebaliknya, tekanan terlihat pada BMRI yang turun 3,37%, disusul TLKM yang melemah 1,68% dan DSSA yang terkoreksi 1,47%.

 

Pergerakan investor asing masih memberikan sokongan bagi pasar saham domestik. Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih sebesar Rp911,41 miliar di pasar reguler, sementara secara akumulatif di seluruh pasar nilai beli bersih mencapai Rp590,94 miliar.

 

Secara sektoral, mayoritas sektor berada di jalur positif. Sebanyak 10 dari 11 sektor ditutup menguat, dengan sektor basic materials mencatat kenaikan paling tinggi sebesar 3,35%. Adapun sektor transportation menjadi satu-satunya sektor yang melemah dengan penurunan 0,89%.

 

Dari sisi korporasi, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memperoleh fasilitas pinjaman dari pemegang saham (shareholder loan) senilai Rp846 miliar yang diberikan oleh Bio Farma dan ditandatangani pada 31 Desember 2025. Pinjaman tersebut dijamin dengan aset berupa tanah, bangunan, piutang, serta persediaan dengan nilai tertentu, dan akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan likuiditas serta modal kerja, termasuk penyelesaian kewajiban operasional dan jangka pendek perusahaan.

 

Sementara itu, PT Pinago Utama Tbk (PNGO) memutuskan untuk membagikan dividen tunai interim sebesar Rp90 per saham dengan total nilai Rp70,31 miliar. Pembagian dividen ini setara dengan sekitar 33,10% dari laba bersih sembilan bulan 2025. Manajemen menilai kebijakan tersebut tetap menjaga kesehatan struktur permodalan, mengingat posisi laba ditahan dan ekuitas perusahaan masih kuat.

 

Berdasarkan harga saham terakhir, dividen interim tersebut mencerminkan tingkat imbal hasil (dividend yield) sekitar 2,86%, dengan jadwal cum dividen pada 14 Januari dan pembayaran dividen pada 27 Januari.

 

Rekomendasi Saham Hari Ini:
PADI – Buy 185–188 | Target Price 192–195 | Stop Loss 173
SRTG – Buy 1625–1640 | Target Price 1670–1710 | Stop Loss 1525
MBMA – Buy 655–670 | Target Price 685–705 | Stop Loss 620
HOKI – Buy 76–78 | Target Price 80–83 | Stop Loss 71
DEWI – Buy 164–168 | Target Price 171–174 | Stop Loss 155

 

Disclaimer: Seluruh analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini disampaikan untuk tujuan informasi dan bukan merupakan ajakan untuk membeli maupun menjual saham tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Berinvestasilah secara bijak.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.