Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 24 March 2025 Waktu baca 5 menit
Saham Tesla mengalami penurunan tajam setelah gelombang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di sekitar 90 showroom di Amerika Serikat pada Sabtu lalu. Gerakan protes yang dikenal sebagai "Tesla Takedown" telah memasuki pekan kelima, dengan seruan kepada masyarakat untuk menjual kendaraan dan saham Tesla sebagai bentuk protes terhadap Elon Musk.
Elon Musk, yang memiliki 411 juta saham Tesla atau sekitar 13% dari total saham perusahaan, telah meminta para karyawan untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham mereka. Namun, harga saham Tesla (TSLA) yang sempat menyentuh puncak US$479,86 pada 17 Desember, kini telah turun 48%, ditutup pada US$248,71 pada Jumat lalu.
Mengutip CNN Internasional, Senin (24/3/2025), data menunjukkan lonjakan signifikan dalam jumlah kendaraan Tesla yang dijual kembali dalam dua pekan pertama Maret 2025. Dari kendaraan Tesla model 2017 atau lebih baru, sebanyak 1,4% telah masuk dalam daftar trade-in, meningkat drastis dibanding 0,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Demonstrasi ini dipicu oleh kebijakan Elon Musk sebagai pemimpin Department of Government Efficiency (DOGE), sebuah lembaga yang fokus pada pemangkasan anggaran dan staf pemerintahan federal. DOGE telah mengusulkan pengurangan 20% pegawai di Internal Revenue Service (IRS) serta penutupan United States Institute of Peace.
Gerakan Tesla Takedown diinisiasi oleh aktor dan sutradara Hollywood Alex Winter serta akademisi Boston University Joan Donovan. Kini, gerakan ini telah meluas ke 28 negara bagian dan Washington, DC, dengan demonstrasi yang semakin besar di berbagai showroom Tesla.
Para demonstran membawa spanduk bertuliskan kritik terhadap Musk, seperti "Honk if you hate Elon" dan "Sell your swasticar". Mereka menilai bahwa kebijakan Musk tidak hanya berdampak pada Tesla, tetapi juga memengaruhi berbagai aspek kehidupan melalui pemangkasan layanan publik.
Salah satu aksi protes terbesar terjadi di showroom Tesla di Rockville, Maryland, pada Sabtu lalu, yang menarik lebih dari 400 peserta. Angka tersebut tetap stabil dibanding pekan sebelumnya, tetapi meningkat secara signifikan dibanding awal kampanye.
Hingga saat ini, Tesla belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari CNN terkait demonstrasi dan dampaknya terhadap perusahaan. Elon Musk juga belum memberikan pernyataan langsung mengenai seruan boikot terhadap Tesla dan sahamnya.
Sumber: bisnis.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.