Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 05 February 2025 Waktu baca 5 menit
Pemegang saham eFishery resmi menunjuk FTI Consulting sebagai pengelola sementara startup agritech tersebut. Keputusan ini diambil untuk memastikan evaluasi kondisi perusahaan dilakukan secara menyeluruh dan objektif melalui pihak ketiga independen.
FTI Consulting sebelumnya telah ditugaskan untuk melakukan audit di eFishery setelah ditemukan ketidakwajaran dalam laporan keuangan. Investigasi tersebut mengungkap dugaan pemalsuan laporan keuangan yang dilakukan oleh pendiri eFishery, Gibran Huzaifah. Akibatnya, Gibran dan mantan Chief Product Officer (CPO) Chrisna Aditya dicopot dari jabatannya pada Desember 2024.
"Perusahaan telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara proaktif untuk menindaklanjuti informasi tersebut, termasuk menunjuk FTI Consulting sebagai manajemen sementara, yang berlaku segera. Keputusan ini telah mendapat persetujuan dari para pemegang saham," ujar Dewan Direksi eFishery dalam pernyataan resmi yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (4/2/2025).
Dewan Direksi menegaskan bahwa kehadiran pihak ketiga yang independen dapat membantu menentukan strategi terbaik bagi perusahaan ke depannya.
"Keterlibatan pihak independen bertujuan untuk mengkaji bisnis perusahaan secara menyeluruh dan objektif guna menentukan langkah terbaik bagi eFishery di masa depan."
Berdasarkan dokumen yang diperoleh CNBC Indonesia, hasil audit menemukan adanya upaya penipuan sistematis oleh manajemen di bawah kepemimpinan Gibran. Sejak 2018, eFishery diketahui memiliki dua versi laporan keuangan berbeda, yaitu untuk kepentingan internal dan eksternal.
Pada laporan internal, eFishery mencatat pendapatan Rp2,6 triliun dalam periode Januari-September 2024. Namun, dalam laporan eksternal, angka tersebut melonjak 4,8 kali lipat menjadi Rp12,3 triliun.
Perbedaan signifikan juga ditemukan dalam pencatatan laba sebelum pajak. Laporan eksternal menunjukkan eFishery membukukan profit sebelum pajak Rp261 miliar, sedangkan laporan internal justru mencatat kerugian Rp578 miliar dalam periode yang sama.
Selain manipulasi laporan keuangan, mantan CEO Gibran Huzaifah juga diduga membesar-besarkan jumlah fasilitas pakan kepada investor. Ia mengklaim eFishery memiliki 400.000 fasilitas pakan, padahal data sebenarnya hanya sekitar 24.000 fasilitas.
Menanggapi temuan tersebut, Dewan Direksi eFishery menyatakan telah menyesuaikan biaya operasional agar lebih selaras dengan skala bisnis yang sebenarnya.
"Dalam beberapa minggu terakhir, kami harus mengambil sejumlah keputusan sulit untuk menyelaraskan biaya operasional dengan skala bisnis grup yang sebenarnya. Langkah-langkah ini diambil dengan tetap mematuhi hukum serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik guna menjaga integritas perusahaan."
Dewan Direksi juga menyadari bahwa situasi ini menjadi masa sulit bagi karyawan dan pemangku kepentingan lainnya.
"Kami akan terus bertindak dengan integritas dalam menangani situasi ini serta memastikan kepentingan karyawan tetap diprioritaskan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kami menghargai dukungan dari seluruh tim dan pemangku kepentingan selama masa sulit ini."
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.