Dana Asing Kabur Rp2,9 Triliun! IHSG Tertekan, Apa Dampaknya ke Saham Anda?

Saham News - Diposting pada 06 April 2026 Waktu baca 5 menit

Investor asing masih melanjutkan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar saham Indonesia selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026, di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta menurunnya aktivitas transaksi.

 

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp2,95 triliun dalam satu pekan. Secara total, nilai pembelian oleh investor asing mencapai Rp21,82 triliun, sedangkan nilai penjualannya sebesar Rp24,76 triliun.

 

Seiring dengan arus keluar dana asing tersebut, IHSG juga mengalami koreksi sebesar 0,99% secara mingguan menjadi 7.026,78 dari sebelumnya 7.097,05. Selama periode tersebut, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.207,16 dan terendah di 6.945,50, yang mencerminkan tingkat volatilitas yang masih cukup tinggi di tengah kondisi pasar yang belum stabil.

 

Selain itu, pelemahan IHSG juga diikuti oleh penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan. Rata-rata nilai transaksi harian merosot hingga 36,69%, sementara volume transaksi menurun sebesar 8,62%. Kapitalisasi pasar juga mengalami penurunan sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun.

 

Tekanan jual dari investor asing terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan dan komoditas. Saham bank besar seperti BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI menjadi kontributor utama pelemahan IHSG sepanjang pekan akibat derasnya aksi jual asing. Selain itu, saham berbasis komoditas seperti ANTM, MDKA, dan ENRG juga termasuk dalam daftar saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing.

 

Dari sisi sektoral, kondisi ini tercermin pada penurunan sektor keuangan sebesar 2,23%, diikuti sektor bahan baku yang melemah 1,84% serta sektor energi yang turun 1,52%. Di sisi lain, sektor konsumer non-primer dan industri justru mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan masing-masing sebesar 6,58% dan 3,35%.

 

Berikut daftar 10 saham dengan nilai net foreign sell terbesar selama periode perdagangan 30 Maret–2 April 2026:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) – Rp1,29 triliun
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) – Rp781,1 miliar
  • PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) – Rp205,1 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) – Rp197,3 miliar
  • PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) – Rp170,6 miliar
  • PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) – Rp168,8 miliar
  • PT Petrosea Tbk. (PTRO) – Rp151,6 miliar
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) – Rp145,8 miliar
  • PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) – Rp118,8 miliar
  • PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) – Rp104,5 miliar

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.