Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 24 May 2025 Waktu baca 5 menit
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) bersama entitas anak menunjukkan kinerja yang mengesankan sepanjang tahun 2024, dengan mencatatkan pendapatan neto konsolidasi sebesar Rp 118,23 triliun. Jumlah ini mengalami pertumbuhan sebesar 10,36% dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp 106,94 triliun.
Sekretaris Perusahaan Alfamart, Tomin Wiian, menjelaskan bahwa pertumbuhan pendapatan ini turut mendorong peningkatan laba kotor Grup Alfamart sebesar 9,97%, sehingga mencapai Rp 25,37 triliun. Ia menyebutkan bahwa kenaikan laba kotor ini berkaitan erat dengan naiknya angka penjualan serta bertambahnya jumlah gerai yang dioperasikan.
Hingga akhir tahun 2024, perusahaan berhasil membuka 1.033 gerai baru Alfamart, melampaui target ekspansi yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 1.000 gerai. Dengan penambahan tersebut, jumlah total gerai Alfamart kini mencapai 20.120 unit.
Secara keseluruhan, jumlah total gerai ritel yang dimiliki perusahaan dan entitas anak mencapai 23.277 gerai, tersebar di berbagai wilayah kota dan lokasi strategis, termasuk kawasan berkembang di luar Pulau Jawa yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
Namun demikian, seiring dengan meningkatnya biaya operasional, laba bersih perusahaan dan entitas anak mengalami penurunan sebesar 7,92%, sehingga Alfamart membukukan laba bersih untuk tahun 2024 sebesar Rp 3,15 triliun.
“Laba usaha pada 2024 tercatat mengalami penurunan 7,92%. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya beban operasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan laba kotor,” jelas Tomin dalam acara Paparan Publik Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Alfamart yang digelar di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (22/5/2025).
“Sedangkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp 3,15 triliun, turun tipis sekitar 7,5% jika dibandingkan dengan pencapaian di tahun 2023,” lanjutnya.
Tomin juga menginformasikan bahwa dari perolehan laba bersih tersebut, Alfamart berencana untuk mendistribusikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar kurang lebih 45% dari total laba, atau sekitar Rp 1,4 triliun. Setiap lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 34,11.
“Untuk dividen, sesuai hasil keputusan RUPS, perusahaan menetapkan payout ratio sebesar kurang lebih 45%. Jumlah dividen per saham adalah Rp 34,11, dengan total keseluruhan dividen mencapai Rp 1,4 triliun,” ungkapnya.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.