BI Catat Dana Asing Rp 8,99 T Masuk! Sinyal Positif untuk Pasar?

Saham News - Diposting pada 08 March 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Aliran Modal Asing Masuk ke Pasar Keuangan RI, Rupiah Menguat

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa pada pekan pertama Maret 2025, pasar keuangan Indonesia menerima aliran modal asing senilai Rp8,99 triliun. Dana tersebut mayoritas mengalir ke pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

 

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa investor asing secara keseluruhan masih menunjukkan minat terhadap aset Indonesia, kecuali pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), di mana terjadi aksi jual.

 

"Berdasarkan data transaksi 3-6 Maret 2025, investor nonresiden mencatat beli neto Rp8,99 triliun, dengan rincian beli neto Rp0,34 triliun di pasar saham, Rp9,53 triliun di pasar SBN, dan jual neto Rp0,88 triliun di SRBI," ujar Denny dalam keterangan resmi, Sabtu (8/3/2025).

 

Ini menjadi kali pertama dalam enam minggu terakhir investor asing kembali mencatatkan aksi beli di pasar saham. Sebelumnya, sejak akhir Januari 2025, pasar saham mengalami tekanan jual yang mencapai puncaknya pada akhir Februari.

 

Di sisi lain, pada 4 Maret 2025, pemerintah menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan total nominal yang dimenangkan dari delapan seri senilai Rp30 triliun. Secara keseluruhan, hingga pekan pertama Maret 2025, investor asing mencatat jual neto Rp20,12 triliun di pasar saham, beli neto Rp19,01 triliun di SBN, serta beli neto Rp6,11 triliun di SRBI.

 

Sejalan dengan masuknya arus modal asing, credit default swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun tercatat turun menjadi 76,28 basis poin (bps) per 6 Maret 2025 dari 77,79 bps pada 28 Februari 2025.

 

Pada saat yang sama, rupiah menunjukkan penguatan. Dibuka pada level Rp16.320 per dolar AS pada Jumat (7/3/2025), mata uang ini menguat dari level penutupan Kamis (6/3/2025) di Rp16.325 per dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup naik 0,28% atau 45 poin ke Rp16.294 per dolar AS, sementara indeks dolar AS melemah 0,22% ke 103,800.

 

Dari sisi obligasi, yield SBN tenor 10 tahun naik dari 6,85% pada Kamis menjadi 6,87% pada Jumat. Sementara itu, yield US Treasury Note 10 tahun juga mengalami kenaikan ke 4,278% pada Kamis (6/3/2025).

 

Bank Indonesia mencatat bahwa penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir tidak terlepas dari kembalinya arus modal asing ke pasar saham, setelah sebelumnya rupiah sempat melemah hingga mendekati Rp16.600 per dolar AS pada awal pekan.

 

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, R. Triwahyono, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah pekan lalu disebabkan oleh derasnya arus keluar modal asing dari pasar saham. Namun, sentimen positif datang setelah JP Morgan menaikkan peringkat saham perbankan Indonesia, seperti BCA, yang mendorong minat investor kembali ke pasar.

 

"Hal ini memicu arus masuk kembali (inflow), dan kita bisa melihat bahwa pasar saham Indonesia mengalami rebound yang cukup signifikan. Dampaknya juga terasa pada penguatan rupiah, karena banyaknya aliran dana asing yang kembali masuk ke saham," ujar Triwahyono dalam Taklimat Media, Kamis (6/3/2025).


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.