Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Saham News - Diposting pada 22 February 2025 Waktu baca 5 menit
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau secara ketat pergerakan saham PT Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN), PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN), dan PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. (NAIK) pada Kamis (20/2/2025). Pengawasan ini dilakukan karena terjadi lonjakan harga saham yang tidak wajar.
Mengacu pada keterbukaan informasi BEI, saham ketiga emiten tersebut mengalami Unusual Market Activity (UMA) atau aktivitas pasar yang tidak biasa. Langkah ini bertujuan untuk melindungi investor, khususnya para pemegang saham perusahaan terkait.
"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI dalam keterangannya di situs resmi bursa.
PT Surya Fajar Capital Tbk. (SFAN), yang bergerak di sektor konsultan keuangan, terakhir kali merilis laporan publik pada 6 Februari 2025, terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek di situs resmi BEI.
"Terkait terjadinya UMA pada saham SFAN, Bursa saat ini sedang mencermati pola transaksi yang berkembang," tulis BEI.
Berdasarkan data pasar, saham SFAN mengalami kontraksi 0,27% dalam satu bulan terakhir dan saat ini berada di level Rp1.845 per saham. Namun, dalam enam bulan terakhir, saham ini masih mencatat kenaikan sebesar 1,93%.
Seperti SFAN, BEI juga menaruh perhatian pada pergerakan saham PT Era Mandiri Cemerlang Tbk. (IKAN), perusahaan pemasok hasil laut. Saham ini mengalami volatilitas transaksi yang dianggap tidak wajar.
Informasi terbaru terkait IKAN tercantum dalam keterbukaan informasi BEI pada 19 Februari 2025, yang membahas penjelasan mengenai lonjakan harga sahamnya.
Pada perdagangan kemarin, saham IKAN naik 9,59% menjadi Rp80 per saham. Sepanjang bulan terakhir, saham ini melonjak 142,42%, sementara sejak awal tahun (year to date), kenaikannya mencapai 220%.
BEI juga mengawasi PT Adiwarna Anugerah Abadi Tbk. (NAIK), emiten yang bergerak di bidang sistem proteksi kebakaran.
Informasi terbaru mengenai perseroan ini tercatat dalam laporan 14 Februari 2025, yang membahas perubahan komite audit.
Dalam sesi perdagangan kemarin, saham NAIK melonjak 10,06% dalam satu hari. Secara mingguan, saham ini naik 27,10%, sedangkan dalam satu bulan, harganya sudah melonjak 79,09%.
Dengan adanya pengumuman ini, BEI mengimbau para investor untuk lebih berhati-hati, dengan memperhatikan beberapa aspek berikut sebelum mengambil keputusan investasi:
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.