Tren Belanja Live Streaming Sebagai Tren Baru Bisnis E-Commerce

Investasi Digital - Diposting pada 10 June 2023 Waktu baca 5 menit

Populix telah merilis hasil survei yang menggambarkan perilaku masyarakat dalam berbelanja melalui pemasaran daring secara langsung atau live streaming sales. Fenomena ini dianggap sebagai peluang baru bagi e-commerce untuk berjualan.

 

Indah Tanip, Kepala Riset Populix, menyatakan bahwa kecenderungan masyarakat dalam berbelanja secara online mengalami peningkatan selama masa pandemi COVID-19. Ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberlakukan, hampir setiap hari masyarakat mengakses e-commerce untuk berbelanja.

 

"Namun, kemudian timbul rasa bosan karena berbelanja dengan cara yang itu-itu saja setiap hari. Inilah yang kemudian memunculkan tren live streaming. Awalnya orang penasaran, lalu menjadi kecanduan. Hal ini sangat memukau, awalnya orang tidak berniat membeli produk, tetapi saat ditunjukkan oleh penjual dalam sesi live stream, tiba-tiba mereka melakukan check out," ujar Indah dalam konferensi pers daring Populix pada hari Jumat (9/6).

 

Indah menjelaskan bahwa salah satu platform live streaming yang paling digemari oleh masyarakat adalah Shopee Live dan Tiktok Live. Shopee Live disukai oleh konsumen karena dianggap menawarkan harga yang paling murah dan juga menyediakan layanan gratis ongkir, sedangkan orang-orang berbelanja melalui Tiktok Live karena konten yang menarik.

 

Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa produk yang paling sering dibeli oleh masyarakat saat berbelanja melalui live streaming adalah produk fashion. Sebanyak 79 persen responden survei menyatakan bahwa mereka selalu membeli pakaian dalam sesi belanja live streaming.

 

"Dalam penelitian kami, responden paling akrab dengan platform Shopee Live, mencapai 81 persen, diikuti oleh TikTok Live dengan 49 persen. Selain itu, produk-produk yang biasa dinikmati adalah fesyen, kecantikan, dan gaya hidup. Jadi, transaksi live streaming didominasi oleh produk-produk fesyen," tambahnya.

 

Indah memperkirakan bahwa tren live streaming ini akan semakin meningkat di masa depan karena jenis belanja ini menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda dan menyenangkan bagi masyarakat. Ia juga memproyeksikan bahwa bisnis e-commerce akan mengalami peningkatan pendapatan melalui metode belanja daring ini.

 

"Harapannya, live streaming ini tidak akan menjadi saluran pembelian yang menggantikan saluran lainnya, tetapi malah mendorong orang untuk melakukan pembelian lebih banyak. Ini bukan tentang menggeser dari e-commerce menjadi live streaming, tetapi sebaliknya, orang awalnya berencana untuk berbelanja sebesar 100 ribu rupiah, tetapi akhirnya mereka menghabiskan 400 ribu rupiah karena live stream," pungkasnya.

 

Sumber: kumparan.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.