KEK Sanur Siap Tarik Investasi Rp10,2 Triliun: Peluang Emas di Sektor Pariwisata & Kesehatan

Investasi Digital - Diposting pada 30 June 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di bidang kesehatan yang dikenal sebagai KEK Sanur bersama dengan Bali International Hospital (BIH) resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Denpasar, Bali, pada hari Rabu, 25 Juni 2025. Proyek strategis ini ditargetkan mampu menarik investasi hingga sebesar Rp 10,2 triliun.

 

Tak hanya dari sisi investasi, KEK Sanur yang memiliki total luas lahan mencapai 41,26 hektare ini juga ditujukan untuk menciptakan sekitar 43.647 lapangan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu, fasilitas ini diharapkan dapat mengalihkan jumlah pasien dalam negeri yang selama ini memilih berobat ke luar negeri untuk beralih ke layanan di BIH, dengan estimasi jumlah pasien yang akan ditangani mencapai antara 123.000 hingga 240.000 orang pada tahun 2030.

 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengungkapkan bahwa pembangunan KEK Sanur beserta BIH memiliki potensi besar dalam menarik kembali devisa negara yang sebelumnya mengalir ke luar negeri karena masyarakat memilih pengobatan di luar negeri.

 

“Setiap tahun, sekitar dua juta warga Indonesia bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini menyebabkan pengeluaran devisa hampir Rp 150 triliun per tahun,” ujar Erick dalam sambutannya saat peresmian KEK Kesehatan dan BIH di Sanur, Rabu, 25 Juni 2025, seperti dikutip dari Antara.

 

Dengan hadirnya fasilitas kesehatan bertaraf internasional di dalam negeri, diharapkan arus keluar devisa dapat ditekan. Diperkirakan, penghematan devisa dari pengurangan jumlah warga yang berobat ke luar negeri dapat mencapai Rp 86 triliun, sementara potensi tambahan devisa hingga tahun 2045 diproyeksikan sebesar Rp 19,6 triliun.

 

Presiden Prabowo, dalam pidatonya saat peresmian KEK Sanur dan BIH, menyampaikan bahwa KEK Kesehatan Sanur adalah langkah terobosan baru, karena ini merupakan kawasan ekonomi khusus pertama yang berfokus pada sektor kesehatan.

 

“Saya menilai KEK Sanur ini sebagai inisiatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya di republik kita—yakni membangun kawasan ekonomi khusus untuk pelayanan kesehatan yang bertaraf global dan internasional,” ungkap Presiden Prabowo.

 

Beliau juga menambahkan bahwa KEK Sanur merupakan contoh nyata dalam mengejar ketertinggalan, terutama dalam sektor kesehatan. Menurut Presiden, inisiatif serupa perlu diadaptasi oleh sektor-sektor lainnya. “KEK ini menjadi contoh nyata dari upaya mengejar ketertinggalan, dan patut ditiru oleh banyak sektor lain,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga berharap agar Bali International Hospital, yang terletak di dalam KEK Sanur, mampu melayani pasien dari kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.

 

“Sebagai negara besar, progresif, dan dinamis, Indonesia perlu memiliki fasilitas layanan kesehatan terbaik. Dengan itu, kita bisa menjadi pusat layanan dan menerima pasien dari kawasan regional, seperti Asia Tenggara, Pasifik, dan wilayah lainnya,” kata Presiden.

Sumber: tempo.co

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.