Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Investasi Digital - Diposting pada 01 March 2025 Waktu baca 5 menit
Harga emas mengalami penurunan tajam ke level terendah dalam lebih dari dua pekan pada Kamis (29/2/2025), seiring dengan penguatan dolar AS. Investor kini menanti data inflasi Amerika Serikat yang diperkirakan akan memberikan gambaran terkait arah kebijakan moneter The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip CNBC International, harga emas spot merosot 1,1% menjadi US$ 2.885,13 per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak 12 Februari dalam sesi perdagangan. Sebelumnya, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi di US$ 2.956,15 pada Senin (26/2/2025) akibat meningkatnya permintaan aset safe haven.
Kontrak berjangka emas AS juga mengalami penurunan sebesar 1,2% dan ditutup di level US$ 2.895,9 per ons.
“Arah pergerakan emas cukup jelas, dan fluktuasi jangka pendek serta aksi ambil untung merupakan bagian normal dari siklus pasar,” ujar Chief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian.
Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Indeks dolar naik 0,7%, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Kini, pasar tengah menantikan data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada Jumat (1/3/2025). Berdasarkan survei Reuters, inflasi PCE diperkirakan tetap berada di angka 0,3%.
Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek, memperingatkan bahwa jika data inflasi AS menyimpang dari ekspektasi, pasar bisa bereaksi negatif karena memperkecil kemungkinan The Fed untuk memangkas suku bunga.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada tahun ini, dengan total pelonggaran sekitar 55 basis poin hingga 2025. Investor juga menantikan pidato beberapa pejabat The Fed yang dijadwalkan hari ini guna mendapatkan indikasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter AS.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada Kamis bahwa tarif impor dari Meksiko dan Kanada akan mulai diberlakukan pada 4 Maret mendatang, bersamaan dengan tambahan tarif 10% untuk impor dari China.
Menurut Ebkarian, kebijakan tarif ini dapat menjadi katalis bagi harga emas untuk menembus level US$ 3.000 per ons dalam 30 hingga 60 hari ke depan, tergantung pada respons pasar.
Sementara itu, di pasar logam lainnya, harga perak turun 1,2% menjadi US$ 31,45 per ons, platinum jatuh 1,2% ke US$ 954,05, dan paladium melemah 0,6% menjadi US$ 921 per ons troi.
Sumber: investor.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.