Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 16 June 2025 Waktu baca 5 menit
Vietnam mengukir pencapaian penting dalam arena diplomasi global setelah secara resmi ditetapkan sebagai negara mitra BRICS, aliansi strategis negara-negara berkembang.
Dengan bergabungnya Vietnam, jumlah mitra BRICS kini bertambah menjadi sepuluh negara, meliputi Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Kuba, Malaysia, Nigeria, Thailand, Uganda, Uzbekistan, dan kini Vietnam. Keanggotaan mitra ini tidak mewajibkan kontribusi keuangan seperti anggota penuh, namun memberikan akses langsung ke berbagai forum strategis, termasuk KTT BRICS, forum pembangunan berkelanjutan, dan kerja sama teknologi.
Langkah ini menegaskan komitmen Vietnam dalam mendorong kerja sama South-South Cooperation, sebuah kerangka kolaborasi antar negara berkembang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan sistem ekonomi multipolar. Sebagai negara dengan populasi hampir 100 juta jiwa dan ekonomi yang terus bertumbuh, Vietnam dinilai memiliki kapabilitas untuk menjadi aktor penting dalam blok ini.
Pemerintah Vietnam juga tetap menjaga prinsip kebijakan luar negeri yang inklusif dan seimbang. Selama ini, Hanoi menjalin hubungan erat dengan kekuatan Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, serta menjalin kemitraan strategis dengan negara Asia utama seperti Tiongkok dan India. Melalui kemitraan BRICS, Vietnam kini menerapkan pendekatan trilateralisme diplomatik, memosisikan diri sebagai penghubung antarblok kekuatan global.
Implikasi Ekonomi dan Geopolitik
1. Percepatan Investasi dan Infrastruktur
Status mitra memungkinkan Vietnam untuk mengakses skema pendanaan dari lembaga seperti New Development Bank (NDB) guna membiayai proyek infrastruktur, energi hijau, serta transformasi digital yang sedang digalakkan oleh pemerintah.
2. Penguatan Diplomasi Global Selatan
Keikutsertaan Vietnam dalam kelompok ini memperkuat posisi tawar negara dalam forum multilateral, sekaligus mendukung pembentukan tatanan ekonomi alternatif yang lebih inklusif dan berorientasi pada negara berkembang.
3. Keseimbangan Strategis
Kendati ada sorotan atas dukungan Rusia terhadap keanggotaan Vietnam, Hanoi dipastikan tetap berhati-hati dalam menjaga keseimbangan ideologis—menghindari keterlibatan dalam blok geopolitik yang memicu polarisasi, sekaligus mempertahankan hubungan erat dengan mitra-mitra Barat.
Langkah Diplomatik yang Terukur
Keputusan Vietnam untuk bergabung sebagai mitra BRICS dipandang sebagai strategi cerdas untuk memperluas jaringan diplomatik dan membuka peluang investasi tanpa harus terlibat dalam konflik kepentingan geopolitik. Dengan status ini, Vietnam memperoleh legitimasi baru di tingkat regional maupun global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam peta ekonomi dan politik dunia yang semakin multipolar.
Ke depan, kemitraan ini diproyeksikan akan mendorong modernisasi ekonomi Vietnam, memperkuat peran dalam kerja sama lintas kawasan, dan menjadikan Hanoi sebagai salah satu episentrum kebijakan global di Asia Tenggara.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.