Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 03 June 2025 Waktu baca 5 menit
Kabar positif muncul dari ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, mengungkapkan bahwa Presiden Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping, kemungkinan akan berdiskusi mengenai isu perdagangan dalam pekan ini.
“Presiden Trump, kami perkirakan, akan mengadakan diskusi yang luar biasa mengenai negosiasi perdagangan pekan ini bersama Presiden Xi,” kata Hassett dalam program “This Week” di ABC News, sebagaimana dikutip dari CNBC International pada Senin (2/6/2025).
“Itulah yang kami harapkan,” tambahnya.
Namun, ia juga menyampaikan bahwa belum ada kepastian apakah pertemuan tersebut telah dijadwalkan secara resmi. Meskipun demikian, disebutkan bahwa diskusi akan mencakup perjanjian Jenewa yang sebelumnya telah disetujui oleh kedua negara.
“Harapannya adalah bahwa kedua pihak telah menunjukkan kesediaan untuk kembali ke meja perundingan,” lanjut Hassett.
“Xi dan Trump kemungkinan akan berbicara mengenai isu perdagangan dalam waktu dekat, meskipun belum ada tanggal resmi yang ditentukan,” ujarnya lagi.
Pertemuan antara kedua pemimpin tersebut akan menjadi langkah penting dalam proses negosiasi perdagangan antara AS dan China, beberapa minggu setelah mereka bertatap muka di Swiss dan menyepakati perjanjian dagang untuk jangka waktu 90 hari.
Ketegangan kembali memuncak pada pekan lalu setelah Presiden Trump menuduh pihak China telah melanggar kesepakatan perdagangan awal yang telah disusun bersama AS.
“Beginilah seharusnya Tuan ORANG BAIK bersikap!” tulis Trump dalam unggahan di media sosialnya.
Saat berbicara kepada para jurnalis pada hari Jumat, Trump juga mengungkapkan bahwa ia berencana untuk berbicara dengan Xi sehubungan dengan tuduhan pelanggaran terhadap perjanjian dagang tersebut.
Selain itu, beberapa pejabat dalam pemerintahan Trump turut menyampaikan kritik terhadap China dalam beberapa hari terakhir, karena dianggap memperlambat proses negosiasi, serta memberikan sinyal bahwa pembicaraan tambahan akan segera dilakukan.
Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyampaikan pada hari Minggu bahwa China dinilai “hanya memperlambat kesepakatan.”
“Saya rasa ‘memperlambat’ adalah kata yang tepat, dan menurut saya Donald Trump menyadari hal itu,” kata Lutnick dalam program “Fox News Sunday” sebagaimana dikutip dari sumber yang sama.
Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent sebelumnya juga mengatakan dalam wawancara di Fox News bahwa proses negosiasi perdagangan dengan China saat ini “mengalami kebuntuan.”
“Saya yakin kita akan kembali berdiskusi dengan mereka dalam beberapa minggu mendatang,” ucapnya.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.