Trump Tunda Tarif 50% untuk Eropa, Ada Tenggat Baru yang Mengejutkan!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 May 2025 Waktu baca 5 menit

Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Rose Garden, White House pada Rabu (2/4/2025) terkait pemberlakuan tarif impor pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tid

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk menunda rencananya dalam mempercepat pemberlakuan tarif impor sebesar 50% terhadap produk-produk dari Uni Eropa. Penundaan ini dilakukan setelah ia menerima permohonan langsung dari Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen.

 

Trump menyatakan bahwa ia akan memperpanjang batas waktu negosiasi perdagangan hingga 9 Juli 2025, sesuai dengan tenggat awal yang telah ia tetapkan pada bulan April lalu.

 

Keputusan ini diumumkan pada Minggu, 25 Mei 2025 waktu setempat, hanya dua hari setelah Trump mengeluarkan ancaman untuk mempercepat penerapan tarif tinggi mulai 1 Juni. Ancaman tersebut dilatari rasa frustrasinya atas lambatnya proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

 

Pernyataan Trump sempat menggegerkan pasar internasional dan menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan kembalinya ketegangan perang dagang antara dua kekuatan ekonomi besar lintas Atlantik.

 

Dalam penjelasannya kepada media, Trump mengungkapkan bahwa Ursula von der Leyen telah meneleponnya secara pribadi dan meminta agar penerapan tarif baru itu ditangguhkan.

 

"Dia menyampaikan bahwa kami akan segera bertemu untuk melihat apakah kita bisa mencapai sebuah kesepakatan," ujar Trump, dikutip dari Reuters pada Senin, 26 Mei 2025.

 

Trump menambahkan bahwa ia menerima permintaan tersebut dan tetap membuka peluang untuk tercapainya kesepakatan perdagangan yang lebih baik dalam waktu dekat.

 

Ursula von der Leyen juga memberikan pernyataan melalui akun media sosial X, menyebut bahwa percakapannya dengan Trump berlangsung dengan suasana positif dan bahwa Uni Eropa “siap untuk bergerak cepat” dalam proses negosiasi dagang.

 

Pada awal April 2025, Trump menetapkan batas waktu 90 hari untuk perundingan dagang dengan Uni Eropa yang dijadwalkan berakhir pada 9 Juli. Namun, ancamannya pada hari Jumat sebelumnya untuk mempercepat tarif membuat banyak pihak terkejut karena dianggap bertentangan dengan jadwal awal dan berisiko merusak hubungan ekonomi trans-Atlantik yang selama ini cukup stabil.

 

Pada hari Jumat, Trump mengungkapkan kekecewaannya karena negosiasi dagang tidak menunjukkan kemajuan yang berarti. Ia menyatakan niatnya untuk memberlakukan tarif baru mulai 1 Juni sebagai bentuk tekanan terhadap mitra dagangnya di Eropa.

 

Pernyataan ini memicu gejolak di pasar saham dan memperbesar ketidakpastian dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa.

 

Rencana kenaikan tarif 50% terhadap berbagai produk asal Eropa—termasuk kendaraan, produk makanan, dan barang elektronik—memunculkan kekhawatiran yang luas dari kalangan dunia usaha dan investor. Banyak pihak khawatir bahwa kebijakan tersebut bisa menghambat arus perdagangan, menaikkan harga barang bagi konsumen Amerika, serta menimbulkan tindakan balasan tarif dari Uni Eropa.

 

Meskipun penundaan ini memberikan ruang tambahan untuk berunding, para analis meyakini bahwa niat Trump untuk memperketat kebijakan dagang tetap kuat. Apalagi, ia kini memasuki paruh kedua masa jabatannya yang kedua, di mana tekanan domestik untuk memulihkan lapangan kerja manufaktur dan mengurangi defisit perdagangan semakin tinggi.

 

Sementara itu, Ursula von der Leyen menegaskan bahwa Uni Eropa tetap berkomitmen untuk mencapai kesepakatan dagang yang saling menguntungkan. Ia juga menyatakan bahwa waktu tambahan ini akan dimanfaatkan untuk mempercepat diplomasi dan proses negosiasi perdagangan.

 

Menurut laporan, para pejabat di Brussel saat ini tengah menyiapkan paket kompromi baru. Paket tersebut mencakup perubahan terkait akses pasar dan perlindungan terhadap sektor industri strategis Uni Eropa, termasuk sektor otomotif dan pertanian.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.