Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 July 2025 Waktu baca 5 menit
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengungkapkan kekecewaannya terhadap jalannya perundingan dagang antara AS dan Jepang, sementara Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memperingatkan potensi kenaikan tarif yang jauh lebih tinggi menjelang batas waktu 9 Juli, walaupun perundingan dilakukan dengan niat baik.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan bahwa penolakan Jepang untuk mengimpor beras asal Amerika menunjukkan bahwa negara-negara telah menjadi “terlalu dimanjakan oleh Amerika Serikat.”
“Saya sangat menghargai Jepang, tapi mereka tidak mau menerima BERAS kita, padahal mereka tengah menghadapi kelangkaan beras yang sangat besar,” tulis Trump di Truth Social. “Kami akan mengirimkan mereka surat saja, dan kami tetap menghargai mereka sebagai mitra dagang dalam jangka panjang.”
Trump sebelumnya telah mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengirimkan pemberitahuan ke sejumlah negara mengenai tarif yang lebih tinggi sebelum 9 Juli, tanggal saat tarif yang saat ini berada pada level sementara 10% akan kembali ke tarif awal yang ditangguhkan pada 2 April, berkisar antara 11% hingga 50%.
Pernyataan Trump pada hari Senin terkait ketegangan dagang beras antara AS dan Jepang mengikuti komentarnya pada hari Minggu sebelumnya, di mana ia menuduh Jepang melakukan praktik perdagangan mobil yang “tidak adil” terhadap Amerika Serikat.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa Trump akan bertemu dengan tim perdagangannya untuk memutuskan tarif bagi negara-negara yang “tidak bersedia berunding secara jujur dan terbuka.”
Bessent, yang sebelumnya sempat mengusulkan agar batas waktu diperpanjang bagi negara-negara yang sedang melakukan negosiasi dengan AS dengan itikad baik, menyampaikan kepada Bloomberg Television bahwa keputusan akhir soal perpanjangan tersebut hanya akan diambil oleh Trump.
Ia juga menambahkan bahwa ia mengantisipasi akan muncul sejumlah kesepakatan menjelang batas waktu 9 Juli dan berharap tekanan terhadap mitra dagang bisa terus dijaga.
“Ada beberapa negara yang melakukan perundingan dengan itikad baik, namun mereka harus memahami bahwa bila kesepakatan tidak tercapai karena sikap keras kepala, maka tarif bisa kembali ke level 2 April. Saya berharap hal itu tidak perlu terjadi,” ujar Bessent.
Negosiator tarif utama dari Jepang, Ryosei Akazawa, pada hari Senin mengatakan bahwa Jepang tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan AS demi tercapainya perjanjian perdagangan, namun sambil tetap menjaga kepentingan nasionalnya.
Akazawa juga menyatakan bahwa dirinya mengetahui pernyataan Trump tentang industri otomotif, dan memperingatkan bahwa perpanjangan tarif 25% oleh Trump terhadap mobil impor dari Jepang akan memberikan dampak besar bagi perekonomian Jepang.
Sementara itu, mitra dagang utama lainnya, Uni Eropa, menyatakan keterbukaannya terhadap perjanjian perdagangan yang mempertahankan tarif 10% AS untuk barang-barang dari UE. Namun, mereka menginginkan komitmen dari AS untuk menurunkan tarif di sektor-sektor penting seperti farmasi, alkohol, semikonduktor, dan pesawat komersial, sebagaimana dilaporkan oleh Bloomberg News berdasarkan sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Reuters juga melaporkan awal bulan ini bahwa sejumlah pejabat Eropa mulai menerima kemungkinan adanya tarif “resiprokal” sebesar 10% yang dijadikan dasar dalam setiap kesepakatan perdagangan antara AS dan Uni Eropa.
Di sisi lain, Inggris tengah merundingkan kesepakatan perdagangan dengan ketentuan serupa, yakni menerima tarif 10% dari AS untuk berbagai jenis barang, termasuk mobil, sebagai imbalan atas akses khusus ke pasar AS untuk produk seperti mesin pesawat dan daging sapi Inggris.
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.