Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 27 February 2025 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Indonesia dan Apple Inc telah mencapai kesepakatan baru terkait investasi dan distribusi produk iPhone 16 series di Indonesia. Kesepakatan ini mencakup penerbitan sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta komitmen investasi baru dari Apple.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan bahwa proses perundingan dengan Apple memakan waktu hampir lima bulan. Sebelumnya, Kementerian Perindustrian tidak menerbitkan sertifikat TKDN bagi Apple, yang menyebabkan perusahaan tersebut tidak dapat memperoleh izin edar di Indonesia.
"Setelah melalui proses panjang, hari ini kami telah menandatangani MoU antara Kementerian Perindustrian dan Apple. Negosiasi berlangsung hingga menit terakhir, bahkan 15 menit sebelum penandatanganan kami masih melakukan penyesuaian dengan kantor pusat Apple di Cupertino," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Komitmen Investasi Apple dan Sanksi TKDN
Salah satu poin utama dalam kesepakatan ini adalah Apple tetap memilih skema investasi inovasi (skema 3) untuk memenuhi kewajiban mendapatkan sertifikat TKDN. Selain itu, Apple juga telah melunasi kewajiban investasi periode 2020-2023 senilai 10 juta dolar AS per 16 Desember 2024.
Apple juga dikenai sanksi sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 29 Tahun 2017 mengenai ketentuan TKDN untuk produk elektronik. Sebagai bagian dari penyelesaian sanksi, Apple membawa ICT Luxshare—perusahaan dalam rantai pasokan globalnya—untuk berinvestasi di Indonesia.
ICT Luxshare akan menanamkan investasi sebesar 150 juta dolar AS guna membangun fasilitas produksi Apple AirTag di Batam, yang diperkirakan akan memenuhi 65% kebutuhan AirTag global. Selain itu, baterai yang digunakan untuk AirTag juga akan disuplai dari industri dalam negeri.
Apple juga mendukung pendirian lini produksi baru di Long Harmony, Bandung, yang akan memproduksi kain mesh, komponen penting dalam pembuatan AirPods Max.
Apple Investasikan Rp 2,6 Triliun untuk Indonesia
Apple telah sepakat untuk menanamkan investasi baru sebesar 160 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,6 triliun untuk periode 2026-2028. Investasi ini akan digunakan untuk memperluas Apple Developer Academy, mendirikan Apple Software Indonesia and Technology Institute, serta membangun Apple Professional Developer Academy di Indonesia.
Menurut Agus, angka investasi tersebut merupakan nilai minimal, dan dampaknya telah dihitung untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia.
Pembangunan R&D Center Apple di Indonesia
Sebagai bagian dari perjanjian, Apple juga akan membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia. Ini menjadikan Indonesia negara kedua di luar AS yang memiliki fasilitas R&D Apple, serta yang pertama di Asia.
Pembangunan ini akan melibatkan beberapa universitas ternama, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Kementerian Perindustrian dan Apple juga akan merancang roadmap manufaktur Apple di Indonesia hingga tahun 2029. Untuk memastikan kesepakatan berjalan lancar, Apple telah menunjuk pihak ketiga sebagai pengawas implementasi perjanjian.
TKDN Diterbitkan, iPhone 16 Series Segera Dijual di Indonesia
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, Kemenperin segera memproses penerbitan sertifikat TKDN untuk produk Apple, termasuk iPhone 16 series.
"Dengan selesainya negosiasi ini, penerbitan TKDN untuk produk Apple bisa segera dimulai," kata Agus.
Setelah sertifikat TKDN terbit, proses selanjutnya berada di Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) yang akan mengeluarkan izin edar bagi iPhone 16 series.
Ketika ditanya apakah TKDN bisa terbit pada Maret 2025, Agus mengisyaratkan kemungkinan tersebut. "InsyaAllah sebelum Ramadan," ujarnya.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: kompas.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.