Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 April 2025 Waktu baca 5 menit
Huayou Gantikan LG Energy dalam Proyek Baterai EV Indonesia, Nilai Investasi Tetap US$ 9,8 Miliar
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan bahwa perusahaan asal Tiongkok, Huayou, resmi menggantikan LG Energy Solution dalam proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia. Keputusan ini diambil setelah LG memutuskan untuk tidak melanjutkan keterlibatannya dalam proyek strategis tersebut.
Meski terjadi pergantian investor, Bahlil menegaskan bahwa nilai investasi sebesar US$ 9,8 miliar atau setara Rp 164 triliun (kurs Rp 16.800 per dolar AS) tetap berjalan sesuai rencana awal yang disepakati pada 18 Desember 2020 antara Indonesia dan LG Energy Solution.
“Secara konsep, tidak ada perubahan dalam pembangunan Grand Package. Infrastruktur dan roadmap produksi tetap seperti semula. Pergantian hanya terjadi di level investor, dan Huayou kini menggantikan LG dalam joint venture tahap 1, 2, dan 3,” kata Bahlil dalam pernyataan resmi, Rabu (23/4/2025).
Sebagai bagian dari proyek ini, pabrik sel baterai pertama di Indonesia telah beroperasi di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut merupakan hasil kerja sama Hyundai Motor Group dan LG melalui PT HLI Green Power, dengan kapasitas produksi mencapai 10 GWh per tahun.
Menanggapi kekhawatiran publik atas ketegangan geopolitik dan ekonomi global, Bahlil menegaskan bahwa tahap lanjutan proyek senilai hampir US$ 8 miliar tetap berlanjut, dengan rencana peletakan batu pertama (groundbreaking) pada tahun ini.
“Tidak ada pembatalan ataupun penghentian proyek. Pemerintah menjamin kelangsungan dan stabilitas proyek,” tambahnya.
Bahlil juga menekankan komitmen lintas lembaga, termasuk Kementerian ESDM, Kementerian Investasi/BKPM, serta Satuan Tugas Hilirisasi, dalam memastikan realisasi seluruh proyek Grand Package secara tepat waktu.
“Pergantian investor adalah hal wajar dalam proyek besar. Yang penting adalah komitmen semua pihak tetap kuat, dan pemerintah akan terus mengawal proyek ini agar Indonesia menjadi pusat industri kendaraan listrik global,” pungkas Bahlil.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.