Pasar Saham Indonesia Menarik Minat Investor di Paruh Kedua 2023

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 June 2023 Waktu baca 5 menit

Pasar saham domestik diyakini akan semakin menarik pada paruh kedua 2023. Stabilitas dan kondisi perekonomian Indonesia yang baik bahkan mendorong investor asing masuk ke pasar saham Indonesia.

 

Menurut Senior Portfolio Manager Manulife Aset Manajemen Indonesia, Caroline Rusli, arus masuk investor asing yang konsisten menunjukkan optimisme yang lebih baik terhadap pasar saham Indonesia. Caroline berharap sentimen pasar akan menjadi lebih positif pada paruh kedua tahun ini. Salah satu faktor yang mendukungnya adalah profitabilitas perusahaan yang baik, dengan sekitar 67 persen perusahaan yang merilis kinerja keuangan kuartal pertama menunjukkan pertumbuhan laba. Hal ini membuka peluang kenaikan pendapatan (earnings) pada tahun ini.

 

Selain itu, valuasi pasar saham yang relatif rendah dan meningkatnya aktivitas domestik terkait belanja pemilu menjelang akhir tahun juga diharapkan dapat mendongkrak kinerja pasar saham. Dengan kondisi makro yang kuat dan adanya penyelenggaraan pemilu pada tahun 2024, Caroline memiliki pandangan yang positif terhadap sektor-sektor tertentu, terutama sektor keuangan, khususnya bank-bank besar.

 

Sektor keuangan didukung oleh pertumbuhan profitabilitas yang kuat, perbaikan likuiditas, dan pertumbuhan kredit yang sehat. Faktor ini, ditambah dengan masalah yang terjadi pada perbankan di Amerika Serikat dan Eropa, meningkatkan daya tarik sektor perbankan Indonesia yang memiliki fundamental baik.

 

Caroline juga melihat potensi sektor layanan komunikasi untuk mengalami pertumbuhan. Sektor ini dapat diuntungkan dari aliran dana kampanye yang meningkat, terutama melalui peningkatan belanja masyarakat pada pulsa.

 

Sentimen pemilu juga diharapkan berdampak positif pada sektor consumer staples. Sektor ini akan mendapatkan manfaat ketika belanja pemerintah dan aliran dana kampanye mulai didistribusikan secara masif.

 

Laporan keuangan kuartal perusahaan di sektor consumer staples menunjukkan kinerja yang berbeda antara perusahaan yang menargetkan konsumen menengah ke atas dan menengah ke bawah. Perusahaan yang menargetkan konsumen menengah ke atas menunjukkan peningkatan penjualan dan profitabilitas, sedangkan perusahaan yang menargetkan konsumen menengah ke bawah cenderung mengalami penurunan penjualan dan profitabilitas karena konsumen beralih ke produk dengan harga lebih rendah.

 

Terakhir, sektor materials juga menarik untuk diperhatikan. Sektor ini terkait dengan rantai pasokan Energi Baru dan Terbarukan, dengan preferensi pada emiten yang lebih banyak mendapatkan pendapatan dari tahap hulu (upstream) dibandingkan tahap hilir (downstream). Hal ini karena situasi pasokan yang berlebihan (oversupply) pada industri smelter yang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang.

 

sumber: republika.co.id

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.