Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 August 2023 Waktu baca 5 menit
Pemerintah Indonesia terus berkomitmen untuk memastikan penyaluran subsidi, termasuk LPG 3 kg, tepat sasaran. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya adalah menerapkan kebijakan agar tidak semua orang dapat membeli gas tabung melon mulai tahun depan.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yaitu Tutuka Ariadji, mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut akan mengharuskan hanya mereka yang terdaftar sebagai penerima subsidi yang dapat membeli LPG 3 kg mulai tahun mendatang. "Ya, kurang lebih seperti itu," katanya di Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, pada hari Rabu (14/6/2023).
Tutuka menjelaskan bahwa nantinya masyarakat yang berhak menerima subsidi cukup menunjukkan identitasnya untuk membeli LPG 3 kg. "Ya, kami ingin agar pendistribusian LPG 3 kg tepat sasaran," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII.
Untuk mencapai sasaran tersebut, pihak Kementerian ESDM bekerja sama dengan Pertamina telah melakukan pendataan, pencocokan data, dan pencatatan transaksi LPG 3 kg sejak awal tahun 2023. Proses pendataan untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diharapkan akan rampung pada bulan Juni 2023. Sementara itu, untuk wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ditargetkan akan selesai pada bulan Juli 2023.
Tutuka menjelaskan bahwa pihaknya menggunakan data dari Program Penerimaan Pemutakhiran Data Keluarga (P3KE) sebagai acuan untuk menentukan penerima subsidi LPG 3 kg, karena data tersebut terus diperbaharui. "Kami memilih menggunakan P3KE karena data tersebut memiliki satuan tugas pemutakhiran dan memiliki catatan sejarah yang panjang. P3KE sebelumnya dikenal sebagai data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)," paparnya.
Meskipun awalnya data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) juga akan digunakan, Tutuka menemukan beberapa kekurangan pada data tersebut yang perlu diperbaiki. Akhirnya, diputuskan untuk menggunakan kedua data tersebut dalam proses pendistribusian LPG 3 kg.
Perlu diketahui bahwa realisasi penyaluran LPG 3 kg yang disubsidi terus mengalami peningkatan, sementara realisasi penyaluran LPG non-subsidi terus mengalami penurunan. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2018, penyaluran LPG 3 kg mencapai 6,53 juta metrik ton (MT), sedangkan pada tahun 2019 meningkat menjadi 6,84 juta MT, tahun 2020 menjadi 7,14 juta MT, tahun 2021 mencapai 7,46 juta MT, dan tahun 2022 meningkat menjadi 7,80 juta MT. Hingga bulan Mei 2023, jumlah penyaluran LPG 3 kg mencapai 3,32 juta MT dari kuota sebesar 8 juta MT.
Sementara itu, penyaluran LPG non-subsidi pada tahun 2019 mencapai 0,66 juta MT, tahun 2020 sebanyak 0,62 juta MT, tahun 2021 0,60 juta MT, dan tahun 2022 menurun menjadi 0,46 juta MT. Hingga bulan Mei 2023, penyaluran LPG non-subsidi mencapai 0,15 juta MT.
Dengan penerapan pendataan dan kebijakan untuk membatasi akses pembelian LPG 3 kg hanya untuk yang terdaftar sebagai penerima subsidi, diharapkan penyaluran subsidi LPG 3 kg akan semakin tepat sasaran dan membantu meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah yang membutuhkan bantuan energi ini.
Sumber: detik.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.