Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 08 February 2025 Waktu baca 5 menit
Pemerintah China kembali menggelar penyelidikan anti-monopoli, kali ini menargetkan toko aplikasi Apple, App Store. Langkah ini diumumkan hanya sehari setelah Beijing secara resmi membuka investigasi serupa terhadap Google, Nvidia, dan Intel.
Menurut laporan Bloomberg, Apple diduga menerapkan praktik monopoli dengan mengenakan komisi hingga 30 persen kepada pengembang aplikasi asal China yang ingin mendistribusikan produknya melalui App Store.
Selain itu, raksasa teknologi asal AS ini juga dituduh membatasi penggunaan layanan pembayaran eksternal dan aplikasi pihak ketiga, yang dianggap menghambat persaingan dalam ekosistem aplikasi digital.
Badan Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR), sebagai otoritas pengawas anti-monopoli di China, menilai kebijakan ini memberikan keuntungan sepihak bagi Apple. Para pengembang aplikasi lokal harus membayar biaya tinggi, sementara Apple meraup keuntungan besar dari setiap transaksi yang terjadi di platformnya.
Konflik dagang antara Amerika Serikat dan China telah berlangsung cukup lama. Ketegangan ini semakin memanas setelah sejumlah pengembang besar asal China, seperti Tencent Holdings Ltd. dan ByteDance Ltd., mengeluhkan kebijakan Apple yang dinilai memberatkan mereka.
Sejak tahun lalu, regulator China sebenarnya telah mengupayakan diskusi dengan eksekutif Apple serta para pengembang aplikasi untuk mencari solusi. Namun, hingga kini belum ada kesepakatan yang tercapai.
Investigasi yang diluncurkan China menjadi pukulan telak bagi Apple, yang selama ini memiliki pangsa pasar besar di Negeri Tirai Bambu.
Menurut laporan Yahoo Finance, yang dikutip KompasTekno pada Jumat (7/2/2025), harga saham Apple dalam perdagangan pra-pasar mengalami penurunan lebih dari 2 persen.
Situasi ini mencerminkan reaksi negatif investor terhadap kemungkinan penyelidikan yang dilakukan oleh otoritas China.
Sementara itu, Bloomberg telah menghubungi pihak Apple dan regulator China untuk meminta tanggapan. Namun, hingga laporan ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi dari kedua belah pihak.
Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita
Sumber: msn.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.