Ekspor Indonesia Merosot pada April 2023, Ini Penyebabnya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 15 May 2023 Waktu baca 5 menit

Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengeluarkan laporan terkait nilai ekspor Indonesia pada bulan April 2023. Ternyata, angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan ekspor pada bulan yang sama tahun lalu (year on year/yoy) serta bulan sebelumnya, yaitu Maret 2023 (month to month/mtm).

 

Penurunan Nilai Ekspor Non Migas dan Migas

Jika kita melihat jenis komoditas yang diekspor, nilai ekspor non migas mencapai 18,03 miliar dolar AS, sementara ekspor migas sebesar 1,26 miliar dolar AS.

Imam Machdi, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, mengungkapkan bahwa nilai ekspor nasional pada April 2023 mengalami penurunan sebesar 29,40 persen secara tahunan. Penurunan ini lebih dalam dibandingkan dengan penurunan pada bulan sebelumnya, yakni sebesar 11,63 persen secara tahunan.

Imam menjelaskan dalam sebuah konferensi pers pada hari Senin, 15 Mei 2023, bahwa "Ekspor migas pada April 2023 turun sebesar 12,18 persen dibandingkan dengan April 2022, sementara ekspor non migas pada April 2023 juga mengalami penurunan sebesar 30,35 persen dibandingkan dengan April 2022."

 

Penurunan Nilai Ekspor Secara Bulanan

Dilihat dari sisi perubahan bulanan, nilai ekspor Indonesia terkoreksi sebesar 17,62 persen. Penurunan tersebut terjadi baik pada ekspor komoditas migas (-5,95 persen) maupun komoditas non migas (-18,33 persen).

Menurut Imam, penurunan nilai ekspor secara bulanan ini disebabkan oleh adanya momentum libur Hari Raya Idul Fitri. Berkurangnya jumlah hari kerja pada bulan April menyebabkan penurunan aktivitas ekspor nasional.

 

Pola Musiman Terkait Libur Idul Fitri

Imam menjelaskan bahwa penurunan nilai ekspor secara bulanan pada April 2023 ini merupakan pola musiman yang terkait dengan adanya momentum libur Hari Raya Idul Fitri.

Jika kita melihat secara detail, beberapa komoditas mengalami koreksi bulanan yang signifikan. Di antaranya adalah logam mulia atau perhiasan (-52,3 persen), bahan bakar mineral (-12,04 persen), dan minyak hewan nabati (-20,45 persen).

Imam menjelaskan, "Penurunan ekspor migas sebesar 5,95 persen disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah sebesar 59,37 persen dan penurunan ekspor gas sebesar 7,95 persen."

 

Sumber: KOMPAS.com

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun InstagramTikTokYoutube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.