Dunia Bersiap! Negara-Negara Hadapi Eskalasi Perang Dagang

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 08 March 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Eskalasi Perang Dagang: Strategi Negara-Negara Menghadapi Kebijakan Tarif AS

Perang dagang yang dipicu oleh Amerika Serikat (AS) terhadap beberapa negara, termasuk China, Kanada, dan Meksiko, semakin meningkat dengan diterapkannya tarif balasan. AS kini menghadapi lonjakan tarif sebesar 25% untuk sebagian besar barang impor dari Kanada dan Meksiko, serta tambahan 10% untuk produk dari China. Sementara itu, China dan Kanada telah menerapkan tarif balasan terhadap produk AS, dengan Meksiko diperkirakan akan mengambil langkah serupa dalam beberapa hari mendatang. Kebijakan tarif yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump dinilai oleh para ekonom sebagai pemicu berkurangnya lapangan kerja, melambatnya pertumbuhan ekonomi, serta meningkatnya harga barang.

 

Di tengah kondisi ini, berbagai negara mengambil langkah strategis guna mempertahankan stabilitas ekonomi mereka. Berikut adalah langkah-langkah yang diambil sejumlah negara dalam merespons eskalasi perang dagang:

 

China: Perluas Perdagangan Bebas dan Stabilkan Yuan

Meskipun menghadapi tarif tinggi dari AS, China tetap menargetkan pertumbuhan ekonomi sekitar 5% pada tahun ini. Menurut Bloomberg, Kamis (6/3/2025), Pemerintah China tengah mengkaji kebijakan baru untuk mendukung eksportir dan akan meluncurkan langkah-langkah tersebut pada waktu yang tepat. Menteri Perdagangan Wang Wentao menegaskan bahwa China berupaya memperluas kerja sama perdagangan bebas dengan lebih banyak negara guna mengurangi ketergantungan pada satu pasar.

 

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong konsumsi domestik dengan memberikan subsidi penitipan anak dan bantuan pendidikan prasekolah. Sementara itu, Bank Sentral China berfokus pada stabilisasi nilai yuan untuk menghindari depresiasi berlebihan, dengan tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.

 

Jerman: Rencana Reformasi Fiskal untuk Hadapi Dampak Tarif AS

Jerman juga bersiap menghadapi dampak kebijakan tarif AS terhadap Uni Eropa. Calon Kanselir Friedrich Merz berencana mengubah kebijakan fiskal yang selama lebih dari satu dekade diterapkan di bawah kepemimpinan Angela Merkel. Merz berencana meningkatkan belanja infrastruktur dan pertahanan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

 

Salah satu langkahnya adalah melonggarkan aturan "rem utang negara," dengan menaikkan batas utang struktural dari 0,35% menjadi 1,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB), selama rasio utang tetap di bawah 60%.

 

Kanada: Tarif Balasan terhadap Produk AS Senilai C$155 Miliar

Kanada secara resmi menerapkan tarif balasan sebesar 25% terhadap barang impor AS senilai C$155 miliar (US$107 miliar), yang diterapkan dalam dua tahap. Perdana Menteri Justin Trudeau menegaskan bahwa tarif ini akan tetap berlaku selama AS tidak mencabut kebijakan tarifnya. Selain itu, Kanada juga mempertimbangkan langkah non-tarif seperti pajak ekspor pada mineral strategis yang menjadi bahan baku industri teknologi dan energi AS.

 

Indonesia: Percepat Aksesi OECD untuk Diversifikasi Pasar Ekspor

Di tengah ketidakpastian perdagangan global, Indonesia mempercepat proses aksesi sebagai anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Paris untuk membahas langkah lanjutan aksesi tersebut.

 

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, langkah ini merupakan upaya Indonesia dalam mendiversifikasi pasar ekspor guna mengurangi dampak negatif dari perang dagang AS-China terhadap perekonomian nasional.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: bisnis.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.