Dana Asing Rp1,45 Triliun Masuk Indonesia! Apa Dampaknya?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 February 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi

Pasar Keuangan RI Dibanjiri Rp1,45 Triliun di Awal Februari, Proyek Diminta Tak Terhenti

Sejumlah berita ekonomi pada Sabtu, 8 Februari 2025, menjadi sorotan pembaca Metrotvnews.com. Isu yang mencuri perhatian di antaranya adalah masuknya dana asing Rp1,45 triliun ke pasar keuangan Indonesia serta peringatan agar proyek yang sedang berjalan tidak terhenti hanya karena alasan efisiensi anggaran.

 

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa modal asing terus mengalir ke pasar keuangan domestik sepanjang pekan pertama Februari 2025.

 

Berdasarkan data transaksi 3-6 Februari 2025, investor asing atau nonresiden mencatatkan beli neto (capital inflow) sebesar Rp1,45 triliun di pasar keuangan Indonesia.

 

Masuknya dana asing tersebut sebagian besar mengalir ke Surat Berharga Negara (SBN) dengan total investasi mencapai Rp9,14 triliun.

 

Namun, di pasar saham, investor asing justru melakukan aksi jual (capital outflow) sebesar Rp3,29 triliun. Sementara itu, dana asing yang keluar dari Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) tercatat sebesar Rp4,40 triliun.

 

"Sepanjang 2025, berdasarkan data setelmen hingga 6 Februari, nonresiden mencatat jual neto Rp2,85 triliun di pasar saham, beli neto Rp10,73 triliun di pasar SBN, dan beli neto Rp10,44 triliun di SRBI," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam laporan Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Sabtu (8/2/2025).

 

Di sisi lain, premi risiko investasi Indonesia yang tercermin dari Credit Default Swap (CDS) tenor lima tahun mengalami penurunan ke 74,98 basis poin (bps) per 6 Februari 2025, dibandingkan posisi sebelumnya 75,32 bps per 31 Januari 2025.

 

CDS merupakan indikator untuk mengukur risiko investasi di SBN. Semakin tinggi skor CDS, maka risiko investasi di instrumen tersebut semakin besar. Sebaliknya, jika skor menurun, maka risiko investasi menjadi lebih rendah.

 

Sementara itu, berdasarkan Yahoo Finance, nilai tukar rupiah menguat ke Rp16.270 per USD, naik 54 poin atau 0,33% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.329 per USD.

 

Sementara data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan rupiah berada di level Rp16.325 per USD, naik tipis 5 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya di Rp16.330 per USD.

 

"Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan guna menjaga ketahanan ekonomi eksternal Indonesia," tegas Ramdan Denny Prakoso.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: metrotvnews.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.