AS Serang Iran: Rupiah Terancam Melemah, Emas & Dolar AS Meroket!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 June 2025 Waktu baca 5 menit

illustrasi

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat menyusul pengumuman resmi dari Amerika Serikat yang menyatakan keterlibatannya dalam konflik militer dengan Iran. Serangan udara yang dilancarkan militer AS ke tiga lokasi penting fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan menjadi pemicu terbaru yang mengguncang pasar finansial global, termasuk di Indonesia.

 

Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahannya di platform Truth Social pada Sabtu malam (21 Juni 2025) waktu setempat, menyampaikan bahwa operasi militer tersebut berhasil dengan menjatuhkan bom bermuatan penuh ke fasilitas pengayaan uranium paling sensitif milik Iran.

 

"BOM bermuatan penuh telah dijatuhkan ke situs utama Fordow. Semua pesawat kini dalam perjalanan pulang dengan aman. Saya ucapkan selamat kepada para prajurit Amerika yang luar biasa. Tak ada militer lain di dunia yang bisa menyaingi ini. SEKARANG WAKTUNYA UNTUK DAMAI!" tulis Trump sebagaimana dikutip dari Al Jazeera.

 

Meski ada ajakan damai, pasar keuangan justru belum menunjukkan ketenangan. Langkah langsung AS dalam konflik ini dianggap sebagai lonjakan besar dalam eskalasi yang bisa memperluas perang antara Iran dan sekutu-sekutu Barat.

 

Ariston Tjendra, analis pasar sekaligus Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, menyatakan bahwa kondisi ini membuat pelaku pasar global bersikap lebih hati-hati.

 

Ia menyebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kemungkinan besar masih akan dalam tekanan dalam waktu dekat, seiring dengan meningkatnya aksi jual atas aset berisiko seperti saham dan mata uang negara berkembang.

 

“Kita masih perlu melihat bagaimana Iran akan bereaksi. Apakah mereka berani memperpanjang konflik dengan melancarkan serangan balasan atau tidak,” ujar Ariston kepada Kompas.com pada Minggu (22 Juni 2025).

 

Ia menambahkan bahwa sebelumnya ketika Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel, ketegangan sempat mereda dengan cepat karena tidak diikuti aksi balasan yang signifikan. Hal itu, menurutnya, membuat investor kembali percaya diri untuk masuk ke aset berisiko.

 

Namun untuk saat ini, ia menilai tensi tetap tinggi sehingga investor cenderung memilih aset yang lebih aman.

 

Kalau Iran berhasil mengajak sekutunya untuk ikut serta dalam konflik dan muncul balasan tambahan, maka hal itu akan menjadi sentimen negatif di pasar keuangan global. Emas dan dolar AS akan langsung menguat signifikan,” jelas Ariston.

 

Ia memperkirakan, selama konflik masih berlangsung, minat terhadap safe haven assets akan tetap tinggi. Ini berpotensi membuat rupiah terus mengalami tekanan.

 

USD/IDR kemungkinan akan terus bertahan di atas level 16.200, setidaknya dalam waktu dekat,” tambahnya.

 

Menunggu Reaksi Iran

Pasar saat ini, menurut Ariston, hanya menanti satu hal utama: respon Iran. Jika Teheran memilih untuk tidak membalas, maka ketegangan bisa kembali menurun, sebagaimana skenario yang terjadi sebelumnya.

 

Namun, jika Iran justru memilih untuk membalas dan mengundang lebih banyak pihak terlibat dalam konflik, maka pasar bisa mengalami koreksi yang lebih dalam.

 

“Dalam waktu dekat, kemungkinan rupiah tetap akan tertekan terhadap dolar AS,” ucapnya.

 

Untuk jangka menengah hingga panjang, pelaku pasar akan menilai apakah konflik ini berpengaruh terhadap rantai pasok energi global atau bahkan mengancam cadangan devisa negara berkembang, yang akan berdampak besar pada kestabilan ekonomi makro mereka.

Sumber: kompas.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.