AS Naikkan Tarif Impor, China Langsung Bereaksi!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 10 April 2025 Waktu baca 5 menit

Perang Dagang Memanas: AS Naikkan Tarif Impor China, Beijing Siap Lakukan Tindakan Balasan

Pemerintah Amerika Serikat kembali memanaskan tensi dagang global dengan menerapkan tarif tambahan sebesar 50% terhadap produk impor asal China, sehingga total tarif yang dikenakan mencapai 104%. Kebijakan ini diumumkan sebagai respons terhadap langkah balasan sebelumnya dari pemerintah China, sebagaimana dilaporkan oleh El País.

 

China Kecam Kebijakan Tarif AS

Kementerian Perdagangan China dengan tegas mengecam langkah pemerintah AS yang dianggap sebagai bentuk "pemerasan ekonomi". Dalam pernyataan resminya, otoritas Tiongkok menegaskan bahwa mereka akan "berjuang hingga akhir" demi menjaga kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.
 

Pernyataan tersebut juga merespons langsung ancaman Presiden Donald Trump yang berniat memberlakukan tarif tambahan senilai 50% pada produk dari China. Pemerintah China menyebut kebijakan itu sebagai langkah agresif yang mengancam stabilitas perdagangan global.

 

Serangkaian Tindakan Balasan dari Beijing

Sebagai bentuk pembalasan, China mengumumkan paket kebijakan balasan yang mencakup pengenaan tarif sebesar 34% terhadap berbagai barang impor dari Amerika Serikat. Tak hanya itu, China juga berencana untuk membatasi ekspor mineral penting yang bernilai strategis serta meluncurkan investigasi terhadap sejumlah perusahaan asal AS.
 

Selain komoditas utama seperti batu bara dan gas alam cair, tarif tambahan juga akan diberlakukan pada impor minyak mentah, mesin pertanian, serta kendaraan bermesin besar dari Amerika Serikat.
 

Dampak Ekonomi Langsung

Di tengah memuncaknya ketegangan ini, nilai tukar renminbi, mata uang China, melemah ke titik terendah dalam 20 bulan terakhir. Menurut laporan dari thetimes.co.uk, pada perdagangan terkini renminbi tercatat berada di level 7,2038 per dolar AS. Analis menilai pelemahan ini turut mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap arah hubungan dagang kedua negara.

 

Analisis Investor Global

Di sisi lain, investor senior Mark Mobius menilai bahwa China berpotensi meraih keuntungan strategis dari konflik dagang yang sedang berlangsung. Dalam wawancaranya dengan fnlondon.com pada 9 April 2025, Mobius menyebut bahwa China memiliki posisi tawar yang kuat, terutama jika mengambil langkah untuk mengabaikan hak paten serta lisensi perangkat lunak asal AS, atau jika berhasil mengalihkan ekspornya ke pasar-pasar lain.
 

Ketegangan Terus Meningkat

Perseteruan tarif antara dua raksasa ekonomi dunia ini menunjukkan tren eskalasi yang mengkhawatirkan. Kedua belah pihak terus mengambil langkah saling membalas yang dapat memperdalam konflik dan menimbulkan dampak lanjutan pada perekonomian global, termasuk volatilitas di pasar mata uang, saham, dan komoditas.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.