Berita Terkini
Dugaan Salah Urus Keselamatan Kereta di Indonesia: Fakta, Risiko & Dampaknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 26 March 2025 Waktu baca 5 menit
China semakin gencar menantang dominasi Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Upaya ini terus berjalan meskipun AS dan sekutunya berupaya membatasi akses Beijing terhadap chip AI dan teknologi pembuatan chip canggih.
Salah satu bukti terbaru adalah kemunculan DeepSeek, perusahaan AI asal China yang mengguncang industri AI global. DeepSeek berhasil menciptakan sistem AI yang akurat dengan biaya produksi lebih rendah dibandingkan AI buatan AS.
CEO startup AI asal China 01.AI, Lee Kai-fu, menyatakan bahwa China saat ini hanya tertinggal sekitar tiga bulan dalam beberapa aspek pengembangan AI dibandingkan dengan AS.
Lee, yang merupakan tokoh berpengaruh di industri AI global dan mantan kepala Google China, mengatakan bahwa keberhasilan DeepSeek membuktikan kemajuan China dalam rekayasa infrastruktur perangkat lunak.
DeepSeek mengejutkan dunia teknologi setelah meluncurkan model AI R1 pada Januari lalu. Perusahaan mengklaim bahwa sistem ini dilatih menggunakan chip yang tidak terlalu canggih dan dengan biaya produksi lebih murah dibandingkan pesaing di AS.
Keberhasilan ini sekaligus meruntuhkan asumsi bahwa sanksi AS akan memperlambat perkembangan AI di China.
"Sebelumnya, saya mengira ketertinggalan China dari AS berkisar 6-9 bulan dalam segala aspek AI. Namun, kini saya yakin jaraknya hanya sekitar 3 bulan dalam beberapa teknologi inti. Bahkan, dalam beberapa bidang spesifik, China sudah lebih maju," ujar Lee, dikutip dari Reuters, Selasa (25/3/2025).
Sanksi yang diberlakukan AS terhadap China memang menciptakan tantangan dalam jangka pendek, terutama dalam akses terhadap teknologi AI mutakhir. Namun, dalam jangka panjang, sanksi ini justru memacu China untuk berinovasi lebih kreatif dan mengembangkan teknologi secara mandiri tanpa ketergantungan pada AS.
Lee mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan China telah mengembangkan algoritma AI mereka sendiri.
"DeepSeek mampu menemukan pendekatan baru dalam sistem pembelajarannya agar dapat bersaing dengan AS. Mereka belajar dengan cepat dan bahkan kini lebih inovatif," jelasnya.
China bergerak cepat dalam pengembangan AI sejak OpenAI dari AS meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022. Sebelum hadirnya DeepSeek, banyak eksekutif teknologi China yang mengakui bahwa mereka tertinggal dari AS dalam hal inovasi AI.
Lee, yang mendirikan firma modal ventura 01.AI pada Maret 2023, kini juga berinvestasi di beberapa startup AI China seperti ZhipuAI dan Moonshot. Selain itu, ia turut berkontribusi dalam pengembangan AI di raksasa teknologi China seperti Baidu, Alibaba, dan ByteDance.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.