APBN Defisit, Sri Mulyani Tambah Utang Baru Rp 250 Triliun: Ini Alasannya!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 24 April 2025 Waktu baca 5 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan paparan tentang arah kebijakan Pemerintah pada 2023 dan perkembangan ekonomi terkini saat wawancara dengan Redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (25/10/2022). Bisnis/Arief Hermawan

APBN Alami Defisit Rp100,4 Triliun pada Maret 2025, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp250 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa per akhir Maret 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit sebesar Rp100,4 triliun, atau setara dengan 0,4% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini diungkapkan dalam hasil pertemuan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Kamis, 24 April 2025.

 

Untuk menutup kekurangan anggaran tersebut, pemerintah telah melakukan penarikan utang baru senilai Rp250 triliun hingga akhir Maret. Jumlah ini mewakili 40,6% dari total target utang yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp775,9 triliun.

 

“Realisasi pembiayaan masih berjalan sesuai rencana, yakni sebesar Rp250 triliun atau 40,6% dari total target tahun ini,” jelas Sri Mulyani.

 

Dari total defisit tersebut, pembiayaan non-utang menyumbang Rp20,4 triliun, sementara Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp282,6 triliun dan pinjaman neto sebesar Rp12,3 triliun.

 

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa strategi penarikan utang akan dilakukan secara hati-hati dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk proyeksi defisit, likuiditas pemerintah, serta kondisi pasar keuangan.

 

“Kami akan terus mencermati pergerakan pasar, termasuk pasar obligasi, serta mengelola utang dengan menjaga keseimbangan antara biaya dan risiko. APBN tetap kami gunakan sebagai penyangga ekonomi sekaligus pendorong pencapaian tujuan pembangunan,” tegasnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.