Airlangga Klaim Indonesia Masuk 8 Besar Ekonomi Dunia, Benarkah?

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 19 February 2025 Waktu baca 5 menit

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto - Foto: Kemenko Perekonomian

Indonesia Jadi Ekonomi Terbesar ke-8 Dunia, Airlangga Pamer Pencapaian

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia kini menempati peringkat ke-8 sebagai ekonomi terbesar di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan dengan paritas daya beli (Purchasing Power Parity/PPP) pada 2024.

 

Berdasarkan data Dana Moneter Internasional (IMF), PDB Indonesia saat ini mencapai USD 4,7 triliun, menempatkannya di jajaran ekonomi global terkemuka.

 

"Saat ini, Indonesia berada di peringkat kedelapan dunia. Ini menjadi salah satu alasan Indonesia masuk dalam proses aksesi OECD," ujar Airlangga dalam sambutannya di acara Indonesia Economic Summit by IBC di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (18/2/2025).

 

Inflasi Rendah, Ekonomi Stabil

Airlangga juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam mengendalikan inflasi, yang mencapai 1,57% tahun lalu dan turun menjadi 0,76% pada bulan ini.

 

Keberhasilan ini sebagian besar didorong oleh kebijakan diskon 50% untuk tarif listrik di bawah 2.200 VA selama dua bulan, yang membantu meringankan beban masyarakat.

 

Dengan tingkat inflasi yang terkendali, Indonesia tetap menjadi salah satu negara dengan inflasi terendah di dunia, sekaligus memiliki potensi resesi yang rendah.

 

"Indonesia merupakan bagian penting dari belahan bumi selatan. Kehadiran Indonesia dalam OECD akan membuat organisasi ini lebih inklusif," kata Airlangga.

 

Pertumbuhan Ekonomi Solid, Neraca Dagang Positif

Airlangga menekankan bahwa Indonesia tetap tangguh dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% serta inflasi yang stabil. Selain itu, indikator ekonomi lainnya juga menunjukkan kondisi yang positif:

  • Tingkat kemiskinan: 8,57%
  • Tingkat pengangguran: 4,91%
  • Purchasing Managers Index (PMI): 51,9
  • Indeks Keyakinan Konsumen (IKK): 127,2
  • Indeks Penjualan Riil: di atas nol

 

"Neraca perdagangan kita tetap positif selama 57 bulan berturut-turut dengan surplus mencapai USD 31 miliar, didorong oleh pertumbuhan ekspor," tambahnya.

 

Ekspor komoditas utama juga menunjukkan performa yang solid:

  • Nikel: tumbuh 17,3%
  • Logam mulia: meningkat 18,3%
  • Alas kaki dan pakaian jadi: naik 10%

 

Meskipun beberapa sektor industri masih menghadapi tantangan, Airlangga menegaskan bahwa permintaan global terhadap industri tekstil dan hilirnya tetap tinggi, menandakan prospek industri manufaktur yang menjanjikan.


Temukan berita dan artikel lainnya di Google Berita

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.