Bisnis | Ekonomi
Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Pinjaman Rp514 Triliun dari IMF & Bank Dunia-Ini Alasan di Baliknya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 20 July 2023 Waktu baca 5 menit
Saat ini, Indonesia berada dalam periode mendekati puncak bonus demografi, atau periode ketika rasio ketergantungan penduduk paling rendah, yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah peradaban suatu negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia sedang menikmati bonus demografi dengan persentase angkatan kerja mencapai 68,63% dari total penduduk yang mencapai 274,9 juta.
Oleh karena itu, ia ingin memastikan kesempatan baik ini dapat dioptimalkan, karena kesempatan tersebut terbatas hanya sampai tahun 2035-2040 mendatang.
"Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena Indonesia hanya memiliki waktu 13 tahun untuk memanfaatkan bonus demografi. Dan situasi ini hanya terjadi sekali dalam peradaban suatu negara, tidak dapat diulang," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Data and Economic Conference, Kamis (20/7).
Indonesia telah memasuki periode bonus demografi sejak tahun 2018, dengan rasio ketergantungan penduduk menurun dari 50,5% pada tahun 2010 menjadi 46,3% pada tahun 2018, dan terus menurun menjadi 45,5% pada tahun 2020.
Untuk memaksimalkan bonus demografi ini, menurutnya generasi muda perlu dipersiapkan dengan baik agar dapat relevan dengan kebutuhan industri atau didorong untuk berwirausaha dan menciptakan lapangan kerja, termasuk meningkatkan keterampilan digital.
Sebagai gambaran bagi generasi muda, World Bank merilis hasil survei mengenai pekerjaan kritikal dan berkompetensi tinggi yang saat ini masih belum terpenuhi untuk mendukung kebutuhan pembangunan Indonesia ke depan, seperti Apps and System Developer, Data Scientist, Cloud Solution, Heavy Truck Driver, Agriculture & Plantation Manager, Bioscientist, dan lainnya.
Menurutnya, Program Kartu Prakerja juga menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas. Sejak tahun 2020, sebanyak 17,7 juta peserta yang tersebar di seluruh Indonesia telah menerima manfaat pelatihan dari Prakerja.
Mulai tahun 2023, skema yang sebelumnya semi-bantuan sosial dikembalikan ke skema normal. Pada tahun 2023, sebanyak 560.000 peserta akan melaksanakan pelatihan dengan bidang-bidang pekerjaan masa depan sesuai dengan rilis World Bank ataupun WEF.
Sumber: kontan.co.id
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar teknologi aset digital dan investasi aset digital
|
DISCLAIMER Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi. |
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.