Saham News
Breaking News: Harga Minyak Dunia Melonjak, IHSG Terkoreksi Lebih dari 1%
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 11 March 2026 Waktu baca 5 menit
Perang yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran terus menimbulkan gejolak dalam perekonomian global. Walaupun konflik militer masih berlangsung, Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa perang tersebut “hampir berakhir”, pernyataan yang langsung memicu perubahan pada pasar energi serta pasar keuangan dunia.
Berikut sejumlah dampak ekonomi utama dari konflik tersebut, seperti dilaporkan AFP pada Selasa (10/3/2026).
Harga minyak dunia sebelumnya melonjak tajam hingga melampaui US$119 per barel pada hari Senin. Namun dalam perkembangan terbaru pada Selasa, harga minyak mulai turun setelah Trump menyatakan bahwa konflik tersebut berpotensi segera berakhir.
Kontrak minyak Brent sempat mencapai level US$119,50 per barel sebelum akhirnya turun ke kisaran US$92,45. Sementara itu, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) juga turun hingga sekitar US$88,65 per barel.
Penurunan harga ini terjadi karena pelaku pasar mulai memperkirakan bahwa gangguan terhadap pasokan energi global kemungkinan tidak akan berlangsung lama.
Pernyataan Trump juga memicu penguatan di pasar saham Amerika Serikat. Indeks utama di Wall Street kembali bergerak naik setelah sebelumnya sempat melemah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.
Indeks Dow Jones Industrial Average bahkan ditutup menguat sekitar 0,5% ke posisi 47.740,80. Sebelumnya, indeks tersebut sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi perdagangan.
Trump juga mengumumkan rencana untuk mencabut beberapa sanksi yang berkaitan dengan minyak sebagai respons terhadap gejolak di pasar energi. Langkah tersebut diyakini berkaitan dengan ekspor minyak Rusia.
“Kami juga akan mencabut sanksi tertentu yang berkaitan dengan minyak untuk membantu menurunkan harga,” ujar Trump kepada para wartawan.
Pasar saham di Korea Selatan dan Jepang mencatat kenaikan signifikan pada awal perdagangan Selasa. Indeks utama Korea Selatan, Kospi, pulih lebih dari 5%, sementara indeks Nikkei 225 di Tokyo sempat melonjak lebih dari 3% sebelum akhirnya sedikit terkoreksi.
Negara-negara maju yang tergabung dalam kelompok G7 mulai membahas langkah darurat guna menstabilkan pasar energi global.
Meski demikian, pejabat keuangan Prancis menyatakan bahwa pelepasan cadangan minyak strategis belum dianggap perlu untuk saat ini, walaupun opsi tersebut tetap dipertimbangkan jika krisis energi semakin memburuk.
Para menteri energi dari negara-negara G7 juga dijadwalkan mengadakan pertemuan lanjutan guna membahas dampak konflik tersebut terhadap pasokan energi dunia.
Konflik ini juga menyebabkan gangguan terhadap jalur logistik dan transportasi internasional, khususnya di sekitar Selat Hormuz, jalur penting yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron bahkan menyebut bahwa sekutu Barat tengah menyiapkan misi untuk menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.
Dalam sektor penerbangan, maskapai-maskapai Eropa seperti Lufthansa dan Air France memperpanjang pembatalan penerbangan menuju sejumlah tujuan di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, perusahaan pelayaran global MSC menghentikan sebagian aktivitas pengiriman ekspor dari wilayah Teluk karena meningkatnya risiko keamanan.
Beberapa negara mulai menerapkan kebijakan darurat guna mencegah lonjakan harga energi di dalam negeri. Pemerintah Kroasia, Hungaria, Korea Selatan, hingga Thailand memberlakukan pembatasan harga bahan bakar minyak (BBM).
Di sisi lain, pemerintah China meminta sejumlah kilang minyak utama untuk menahan ekspor diesel dan bensin.
Sementara itu, kilang minyak besar Dangote Refinery di Nigeria menyatakan akan memprioritaskan pasokan untuk pasar domestik guna mencegah terjadinya kelangkaan bahan bakar.
Di Jepang, otoritas juga dilaporkan meminta cadangan minyak nasional untuk bersiap dilepas apabila krisis energi semakin memburuk.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.