3 Manfaat Besar Bank Emas bagi Indonesia, Istana Beberkan Alasannya!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 01 March 2025 Waktu baca 5 menit

Illustrasi AI

Presiden Prabowo Resmikan Bank Emas, Dorong Kemandirian Bangsa dan Stabilitas Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Bank Emas yang dikelola oleh BSI dan Pegadaian pada Rabu (26/2) di Jakarta. Langkah ini sejalan dengan visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 yang menekankan kemandirian ekonomi nasional.

Menurut Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), kehadiran Bank Emas memberikan tiga manfaat utama bagi negara, yaitu: tersedianya platform yang aman dan terstruktur untuk transaksi emas, diversifikasi investasi yang lebih luas, serta kontribusi terhadap cadangan devisa nasional.

Juru Bicara PCO, Prita Laura, dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis di Jakarta, menegaskan bahwa inisiatif ini mendukung kemandirian bangsa yang merupakan bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Kemandirian bangsa dan peningkatan perekonomian menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Prita.

Manfaat Bank Emas bagi Ekonomi Nasional

Bank Emas hadir sebagai platform yang aman dan terstruktur bagi investor untuk bertransaksi emas tanpa perlu memiliki emas fisik secara langsung. Selain itu, bank ini juga berperan dalam menstabilkan ekonomi dengan mengelola cadangan emas secara lebih efisien.

Selain bagi investor, industri emas dalam negeri juga diuntungkan, terutama sektor perhiasan dan pertambangan, karena mendapatkan akses lebih luas ke pasar global logam mulia.

Dari sisi makroekonomi, peningkatan kepemilikan emas dalam negeri diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan PDB hingga 1,6% atau setara Rp245 triliun. Tak hanya itu, ekosistem layanan Bank Emas juga diprediksi menciptakan 1,8 juta lapangan pekerjaan baru, baik langsung maupun tidak langsung.

Peran BSI dan Pegadaian dalam Pengelolaan Bank Emas

Dalam operasionalnya, BSI diberikan mandat untuk menjalankan dua layanan utama, yaitu penitipan emas dan perdagangan emas. Layanan ini melengkapi ekosistem emas BSI yang sudah ada, termasuk gadai emas, cicilan emas, serta BSI Emas Digital, dengan total emas kelolaan mencapai 17,5 ton.

Sementara itu, Pegadaian mengelola layanan tabungan emas, penitipan emas, pembiayaan emas, serta deposito emas. Dengan skema ini, masyarakat dapat menyimpan emas mereka di Pegadaian dan bahkan mendepositokannya sebagai bentuk investasi.

Dengan berbagai manfaat ini, kehadiran Bank Emas diharapkan dapat memperkuat ekonomi nasional serta mendorong Indonesia menuju kemandirian ekonomi yang lebih kuat.

Sumber: antaranews.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.